Pages

Minggu, 02 Agustus 2009

MEMBANGUN KEBERSAMAAN


Setiap individu manusia pastilah memiliki keterbatasan baik masalah kemampuan sampai dengan masalah kesempatan.

Dalam beberapa hal kadang kita merasa bahwa diri kita adalah superior dan serasa memiliki hampir semua kemampuan yang di miliki oleh orang lain, tidak jarang pula kadang kita serakah dalam mengungkungi beberapa bidang baik dalam segi usaha maupun masalah kemampuan .

Siapa yang tidak kepingin sukses dalam setiap usaha yang kita bangun dengan kemadirian, tentu semua sangat menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang kita rintis dan kita rencanakan dengan matang oleh konsep yang ada dalam benak kita .

Namun apabila kita kembali menyadari akan kemungkinan pada sebuah keberhasilan dalam beberapa hal kita haruslah membunuh beberapa sifat individualisme yang ada dalam diri kita , sebab kemandirian yang sukses dan berhasil bukan berarti mengagungkan egosentris yang berlebihan.

Dalam satu contoh keterbatasan yang saya miliki adalah berharganya waktu yang sangat membatasi kemampuan pada kesempatan yang akan kita lalui kadang akan terlewat dengan begitu saja tanpa membuahkan hasil, tentu bukan hal yang mudah jikala saya memiliki keinginan yang berbeda dalam waktu yang sama dan memiliki target dalam pencapaian yang sama dalam kurun waktu yang sama pula ,

Dalam contoh yang berbeda saya sangat ingin sekali mengembangkan usaha saya dalam dunia usaha pembibitan ternak Kambing Etawa sementara disisi lain saya juga harus melanjutkan beberapa pekerjaan maupun usaha yang saya rintis lebih lama ( dunia kontraktor Mekanikal dan Elektrikal ).

Jika saya harus memilih di antara keduanya tentu bukan hal yang bakal saya lakukan untuk meninggalkan salah satunya, karena saya merasa memiliki kesenangan dalam dua bidang tersebut, akhirnya tentu saya akan memilih kedua duanya tetap jalan dan saya gemari sebagai sebuah usaha dalam bagian hidup saya.

Dalam memenuhi keinginan itu tentu sangat tidak mungkin jikala keduanya kita jalankan dengan waktu yang bersamaan apabila kita tidak mampu membagi kebersamaan,

Disini saya kembali harus tertunduk dan harus mengakui sekali ketergantungan saya kepada individu lain ( orang lain ) dalam setiap sisi kehidupan saya, saya sangat meyakini sekali keterbatasan diri saya, okelah mungkin dari sisi ilmu saya dapat dengan mudah mempelajari tatacara dalam berusaha ternak kambing etawa namun saya tidak mungkin sekali menjadi pelaku tunggal dalam hal ini.

Seperti kegiatan usaha di dunia konstruksi saya pun kadang harus melakukan pekerjaan dari estimasi, pra design sampai terbentuknya Bill of Quantity yang dilanjutkan hingga tender berlangsung , namun pada saat pelaksanaan pekerjaan tentu akan melibatkan banyak sekali orang lain dalam mewujudkan keberhasilan pekerjaan tersebut.

Tentu dalam usaha beternak kambing etawa pun saya juga tidak mampu menyediakan lahan pakan ternak hingga menghidangkan pakan ternak serta kegiatan yang harus memakan waktu dalam beternak kambing etawa, namun hal itu tak membuat saya lantas mengurungkan niatan usaha saya dalam bidang ini .

Ada beberapa cara yang saya tempuh dalam menggeluti bidang usaha ini agar tetap berhasil mengelola peternakan mandiri Gunungkelir.

Cara yang pertama :

saya membangun kandang kambing di beberapa tempat untuk kemudian mengangkat beberapa orang sebagai operator ternak ( peternak ) , saya menunjuk beberapa pemuda yang masih relatif belum memiliki lapangan pekerjaan yang jelas bagi mereka, kemudian saya menyediakan lahan pakan ternak, kandang, hingga bibit kambing etawa kemuadian memberikan gaji pada mereka sebagai pelaku peternakan.

Cara yang kedua :

sistem bagi hasil dengan pelaku peternak yaitu dengan cara saya memberikan bibit kambing etawa dan mereka yang merawat kambing tersebut serta memberikan makan dan menyediakan kandang kambing, dalam hal ini saya tidak memberikan gaji dan tidak menyediakan lahan pakan ternak, sebab umumnya pelaku bagi hasil ( penggaduh ) memiliki modal pakan, kandang dan perawatan ,sementara saya memiliki modal bibit kambing etawa, yang pada akhirnya keduanya memiliki hasil keuntungan yang sama dan memiliki resiko kerugian yang sama juga.

Dalam waktu yang bersamaan akhirnya saya dapat mensiasati beberapa pekerjaan dengan sebuah kebersamaan yang saya bangun dengan beberapa teman usaha serta patner dalam bekerjasama , tentu hal ini juga dapat kita lakukan jikala kita mampu membangun keselarasan kebersamaan terhadap individu yang lain sebagai sebuah kelengkapan dalam sebuah proses dalam kinerja usaha yang kita jalankan.

Selamat membangun kebersamaan dalam keberhasilan

0 komentar:

Posting Komentar