Pages

Selasa, 13 Desember 2011

Istriku Hebat

Istiku Hebat... itulah penilaianku pada istriku, istri yang selalu menyenangkan hati suaminya. yang tak pernah mengeluh kala berduka, yang selalu memberi suport/motivasi agar lebih baik. Alhamdulillah aku telah mendapatkannya. Semoga Cintamu kepadaku bernilai disisi Alloh, semoga kebaikanmu menjadi pahala dan catatan amalmu..
Aku mencintaimu... dari Suamimu.

Minggu, 23 Oktober 2011

Istriku

Jakarta, 23 Oktober 2011, malam ini kutuangkan lagi goresan perasaan dalam blog pribadiku. Sementara istriku sedang terlelap pulas di kamar. Karena letih bergulat dengan casing, charger, dan jenis-jenis accesories lainnya. Tapi bukan itu yang ku bahas, itu hanyalah pembuka dalam tema.

Bunda atau Ndaa, itulah panggilan sayang untuk istriku. Begitupun istriku memangilku Ayah, sebagai ungkapan sayangnya padaku. Kata-kata ini telah diikrarkan sejak kami berpacaran, dan masih digunakan sampai saat ini.

Aku menikahi Istriku yang bernama Ratna Juwita, gadis Minang yang begitu penyayang dan tangguh berjuang dalam kerasnya dunia, terutama ibu kota. Istriku merantau ke Jakarta bersama Kakak dan adiknya. dan akhirnya tanpa disengaja berjumpa denganku. tak diduga iapun ternyata jodohku.

Aku bersyukur pada Alloh, yang pertemukanku degannya, yang mendengar doa hambanya. Semoga ia menjadi Istri yang Saleha

Senin, 29 Agustus 2011

Harap


Aku mencintaimu... Kuharap kaulah cinta terakhirku, yang menemaniku dalam membentuk rumah tangga yang sakinah bersamaku, duhai Juwita. Mungkin tak banyak yang dapat kuberikan, namun akan kulakukan selagi aku dapat melakukan yang kumampu tuk bahagiakanmu. Dan kupercayakan hati ini ku labuhkan dalam hatimu. Kuharap kita dapat jalani semua baik suka maupun duka. tak ada yang dapat memisahkan cinta kita kecuali maut yang menjemput salah satu diantara kita.

Rabu, 24 Agustus 2011

240811


Malam pukul 1.38, aku yang terpaksa tak bisa tidur karena tugas. Namun aku tak pernah menyerah tuk terus lanjutkan kewajibanku. Namun kali ini kan kutulis satu puisi cinta untukmu

Oooh... Cinta kau hadirkan kembali dalam hatiku..
Tumbuh subur dan bahagia karena sebentar lagi aku kan milikimu.
Kau akan menjadi bagian dari hidupku..
menemaniku dalam mahligai rumah tangga sakinah.

Tuhan,, berikan jodoh tanpa kita ketahui.
Dan awalnya kitapun tak saling mengenal
Namun Tuhan satukan dengan kasih sayangnya
dan tanamkan benih cinta dalam hatiku dan hatimu

Tak pernah aku pungkiri, betapa besar cinta ini untukmu.
Mungkin dapat kau rasakan, sayang..
Dan akupun tahu begitu besar cintamu padaku
Dan itu kurasakan dengan ketulusan hatimu.


Minggu, 21 Agustus 2011

Sebuah Ungkapan Kerinduan


Jakarta, 21 Agustus 2011/ 21 Ramadhan 1432.
Tiga hari berlalu sudah, sayang.. Kita terpisah tuk sementara waktu. Aku berfikir inilah ujian kita, dapatkah kita menahan kerinduan ini. dapatkah kita bisa saling mempercayai untuk tidak mengkhianati hati. Namun bersabarlah sayang, saat pertemuan nanti dan saat pesta perkawinan kita.. Kita kan pertemukan hati ini yang memendam rasa rindu yang teramat dalam. Aku berjanji untuk menjaga cinta ini disepanjang usiaku. Akan kusemai indah bunga-bunga cinta yang sedang bersemi dengan senyum ketulusan. dan semoga Alloh meridhoi dan merestui ikatan suci pernikahan yang akan kita laksanakna tidak lama lagi.

Doaku pada Detik-detik hari bahagia


Rabb... begitu besar anugerah yang kau beri untukku, kau kirimkan aku bidadari yang begitu mencintaiku apa adanya, sebagai pengganti yang telah berlalu. akupun begitu mencintainya sebagai seorang insan yang juga ingin menyayangi dan disayangi.

Aku tahu dan kini aku temukan rahasia kehidupan dibalik sebuah kedukaan. Kau pilihkan ia sebagai pendamping hidupku. Aku menyadari dalam diri ini tak sempurna dan iapun sama. maka izinkanlah dan satukanlah kami agar kekurangan ini dapat tergantikan oleh kelebihan yang ia milikki.

Rabb... berkahilah keluargaku, berikanlah sakinah dan lindungilah dari orang-orang yang zhalim. Ckupkanlah kami dalam rizekimu, dan jadikan kami orang-orang yang bersyukur pada ketentuanmu.. Amiin

Senin, 14 Maret 2011

Thank's For You

Yank.. tiada dapat kuUcapkan selain ungkapan Terima kasih yang mendalam dari kata hati yang terdalam, yang kutuangkan dalam blog pribadiku.. Yank,, aku tak pernah melihat seberapa harga sebuah kado Ultah yang kau beri untukku. Namun aku hanya menilai besarNya ketulusanmu mencintaiku, Apapun yang kau beri untukku sungguh begitu berharga, saat kau berikan itu dengan hati dan perasaan cintamu padaku.

Yank, aku mencintaimu.. Seakan habis kesabaranku untuk menunggu saat-saat kata-kata Ijab kuUcapkan dihadapan penghulu, sebagai tanda kita saling memiliki. Kau miliki aku begitupun aku miliki kamu. Tapi Alloh Maha tau waktu yang tepat untuk menyatukan kita. Karena Dialah yang mengatur sejak pertemuan kita, dan saat kita bersama.

Selasa, 08 Februari 2011

Puisi ku Untuk Mu


Jakarta, menjelang malam ini.
Telah genap 1 bulan hubungan antara kau dan aku..
Dalam satu tema yang bernama Cinta.
Tentang kau dan tentang aku..

Dilarut malam pukul 1 dini hari
Tak satupun kisah terindah bersamamu kulewati.
Baik disaat suka maupun dikala duka
Bersamamu aku merasa tercuri perasaan cinta

10 menit pun terlewati dalam guratan blogku.
Kutulis bait dan baris-baris puisi tentang cerita..
Cerita kita, cerita saat bersamamu
saat kau senang dan saat kau marah padaku

Kau, baru kurasakan indahnya bersamamu
Kau, wanita terindah yang pernah kumiliki
Kau pujaan hatiku,
Kau kau kau...........Kaulah Juwitaku..

Kamis, 20 Januari 2011

KehadiranMu (Juwita)


Januari 2011, awal tahun baru yang membuatku kembali penuh semangat, Duhai Juwita.. Kau hadir disaat aku rapuh dalam keterpurukan, Kau hadir membalut lukaku yang berdarah, Kaupun hadir ketika ku mulai putus asa dalam arungi kehidupan. Layaknya bidadari yang Tuhan ciptakan untukku, perlahan kau mau mengenalku lebih dekat dan memahami kegundahanku.

Duhai Juwita, kau wanita terbaik yang pernah ada setelah ibuku. Aku tak pedulikan, berkata apa tentangmu. Karena menurutku kau tetap yang terbaik untukku. Kau kembali semaikan benih cintaku yang telah mati. Kaupun tanamkan rasa semangatmu kepadaku.

Duhai Juwita, kau begitu tulus menyayangiku. Kau katakan sayang padaku, padahal sudah lama pula aku ingin ungkapkannya. Namun aku tak punya nyali tuk katakannya, aku tak mau kau pergi dariku. Kuingin kau selalu temaniku, aku ingin kau menjadi pendampingku. Akupun mau temani mimpi-mimpimu.. Wahai Juwita kehadiranmu sungguh berarti untukku. Sungguh Aku Sayang KAmu.....