Sebelumnya aku berterima kasih sama kamu yang telah memperhatikan dan menyukai aku, dan juga berharap aku menjadi milikmu. Tapi maafkan aku, aku tak bisa penuhi keinginanmu. Walau aku pernah berjanji ingin hidup bersamamu, walau akupun pernah bicara pada keluargamu. Namun bukan berarti kamu juga begitu berharapnya sama aku.
Aku hanyalah manusia biasa, yang memiliki hati dan perasaan sama sepertimu. Dan bukan berarti hati, dan perasaan yang itu sama dengan apa yang kau rasakan saat ini. Aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk bisa suka,sayang dan meyakinkan kamu sebagai calon tunggal pendamping hidupku. Namun, saat pertemuan itu. rasa yang kuharapkan itu tumbuh dalam hatiku, ternyata hilang tak membekas.
Jujur dalam hati aku tak merasa adanya kenyamanan saat berjalan denganmu, maaf itulah yang sebenarnya dalam hatiku. Dan kurasakan berbeda 180 derajat dengan apa yang kuharapkan, hambar dan hampa tiada bermakna. Akupun kecewa pada diriku sendiri, Dan apa yang kurencanakan hancur berkeping-keping. Dan kini akupun sedikit depresi saat kejadian itu. Apa kamu tak melihat betapa kusutnya wajahku saat jalan denganmu?
Ya... lebih baik aku berkata jujur sekarang walupun itu menyakitkan hatimu, daripada ku harus pendam dalam harapan semu. dan bila Pernikahan itu terjadi aku takut tak bisa bahagiakanmu, karena perasaanku mati padamu. Semoga kelak nanti kau temui cinta sejatimu. Dan akupun temui cinta sejatiku. semoga.........
Rabu, 10 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)


