
Januari 2011, awal tahun baru yang membuatku kembali penuh semangat, Duhai Juwita.. Kau hadir disaat aku rapuh dalam keterpurukan, Kau hadir membalut lukaku yang berdarah, Kaupun hadir ketika ku mulai putus asa dalam arungi kehidupan. Layaknya bidadari yang Tuhan ciptakan untukku, perlahan kau mau mengenalku lebih dekat dan memahami kegundahanku.
Duhai Juwita, kau wanita terbaik yang pernah ada setelah ibuku. Aku tak pedulikan, berkata apa tentangmu. Karena menurutku kau tetap yang terbaik untukku. Kau kembali semaikan benih cintaku yang telah mati. Kaupun tanamkan rasa semangatmu kepadaku.
Duhai Juwita, kau begitu tulus menyayangiku. Kau katakan sayang padaku, padahal sudah lama pula aku ingin ungkapkannya. Namun aku tak punya nyali tuk katakannya, aku tak mau kau pergi dariku. Kuingin kau selalu temaniku, aku ingin kau menjadi pendampingku. Akupun mau temani mimpi-mimpimu.. Wahai Juwita kehadiranmu sungguh berarti untukku. Sungguh Aku Sayang KAmu.....


