Pages

Selasa, 25 Agustus 2009

Kecintaan


"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .(QS:Al-Imran :14)"

Cinta adalah anugerah yang terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Cinta merupakan suatu pengikat dan pengerat kasih sayang antar makhluk. Begitu indah bila kita berbicara dengan kata-kata yang dinamakan CINTA.

Kadang manusia sering berlebihan dalam mencintai sesuatu, atau sering disebut dengan salah kaprah. Sehingga lupa siapa yang seharusnya menjadi cinta yang utamanya. Cinta yang utama adalah cinta kepada Allah. Karena dengan cinta kepada Allah hidup akan lebih teratur, hati akan selalu tertata rapih, karena yakin Allah mencintai lebih darinya. Selangkah kita merapat pada Allah, seribu langkah Allah merapat kepada kita. Artinya Allah memberikan cintanya 1000 kali lipat dibanding kita.

Sahabat, kita memang patut mencintai Orang Tua, Istri, Keluarga atau sesama makhluk ciptaan Allah. Tapi jangan pula kita melupakan apa yang diperintah dan dilarang Allah, karena Allah sangatlah Pencemburu, ia tidak mau disamakan dengan makhluk ciptaannya. Apalagi sampai menyekutukannya.

"Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS.At-Taubah : 24)"

Dari ayat diatas kita bisa pelajari dan fahami kecintaan pada Allah, Rasulullah dan Berjihad dijalannya lebih diutamakan dan didahulukan. Sering kali kita dibutakan oleh cinta, Menganggap dunia lebih penting dibanding akhirat. Secara tidak langsung dan tidak terucap sikap kita acap kali melangkah kehal seperti itu. Kesibukan kita pada dunia membuat kita menjadi lalai dan menyepelekan panggilan Moazen.. Coba kita berkaca apakah kita seperti itu?

Sehingga dunia dijadikan tandingan-tandingan Allah untuk dicintai. Walaupun kita tidak menyadarinya. Kecintaan kita pada anak-anak, saudara-saudara, isteri, kekayaan sering kali melampaui kecintaan kita pada Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah. Coba Renungkan kembali ?

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa , bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (QS.Al-Baqarah : 165)"

Sahabat, Hati-hati dalam mengelola cinta, Kemana seharusnya kita memberikan cinta, semua ada aturan-aturannya. Hati-hati, jangan sampai kita dibutakan cinta sehingga kita lupa siapa yang seharusnya lebih diutamakan untuk dicintai. Hati-hati jangan sampai kita terjebak oleh nafsu yang terbungkus rapih dan diberi lebel Cinta.

Yaa...Allah jangan kau lupakan dan jangan pula kau tinggalkan kami, Yaa...Allah jangan pula kau butakan mata hati kami, sehingga kami berpaling darimu, Ya...Allah Sesungguhnya cintamu amatlah luas maka jangan kau hilangkan rasa cinta ini terhadapmu.

0 komentar:

Posting Komentar