Pages

Senin, 21 Desember 2009

MENITI KEPEDIHAN

Empat bulan sudah kulewati hari denganmu, kasih… Dan kaupun menjadi bagian dalam hidupku. Tapi empat bulan itu pula kau berikan kepedihan yang mendalam. Harapku kulabuhkan dan kusandarkan hati ini padamu dengan maksud dan tujuan mulia. Dengan ikatan suci yang Allah ridhai, Namun… Kau khianati dan kau ingkari, bahkan kau campakkan aku begitu saja. Kenapa?

Sebelum ikatan cinta, kenapa kau bohongi aku. Dan kau katakan sayang padaku. Bukankah sering kali kukatakan itu padamu dan sering pula kutanyakan rasamu padaku. Dengan itu pula yang membuat hatiku mantap untuk meminangmu ke ikatan yang mulia. Dan bukankah pula sering kali aku bilang bahwa kupun mau dijodohkan dengan anak teman ayahku. Bahkan lebih cantik darimu. Bukankah akupun sudah berjanji dengan keluargamu bahwa aku akan serius menjalin hubungan denganmu. Karena itu aku memilihmu, dan aku coba untuk menyayangimu.

Tapi, kau menghancurkan semua harapan yang kubangun dan kususun dengan rapih. Kau bersikap dan tak pernah menganggap aku sebagai pemimpin dalam rumah tangga kita. Bahkan sering kali kau lontarkan kata-kata yang menyakitkan hatiku. Dan kau katakan tak merasa kita tak pernah menikah. Dan kau katakan bahwa kau tak pernah mencintaiku. Lebih menyakitkan lagi kau katakan semua yang aku lakukan dan saat aku kerumahmu adalah ulah mamahmu. Apa maksudmu padaku….Apa pula tujuanmu berbohong menyayangiku?

Kini kau tak bisa menerima kenyataan bahwa aku menikahimu. Sering kali kau katakan masalah usia dini. Tapi itu bukanlah alasan yang tepat bagiku. Banyak contoh yang bisa menjalaninya dengan baik. Hanya alasanmu saja berucap untuk menyalahkanku. Dan nyatanya kau ucapkan kau tak pernah sayang padaku.

Dua bulan sudah kau pergi meninggalkanku. Walau aku tahu kau ada dimana, tapi percuma. Sikapmu tidak pernah berubah. Sering kali ku Sms yang mungkin bisa merubah fikiranmu dengan kata-kata yang menyejukkan. Tapi kau tak pernah membalas dan tak pernah pula kau kabarkan kabarmu disana.

Aku merasa sudah tak berarti lagi dalam hidupmu. Kini aku sudah hancur, suatu ketika anak yang dulu mau dijodohkan denganku hidup bahagia dan mau dikaruniai seorang anak. Hatiku hancur karena aku salah memilih. Sering kali kuratapi diriku sendiri dengan penuh sesak. Sering kali kusesali apa yang terjadi padaku. Tapi akupun tersadar, semua tidak dapat sembuh dengan ratapan dan sesalan.

Kini aku merasa kesepian dan bimbang. Ingin rasanya aku berlabuh dan bersandar mencari penggantimu. Tapi ikatan pernikahan ini masih mengikat dan membuat ku belum bisa bebas untuk mencari penggantimu. Tuhan…………Tunjukkan jalan terbaik

Rabu, 26 Agustus 2009

RATAPAN PENYESALAN


Aku...haruskah ku terduduk dan meratapi kisah perjalanan ini
Hati yang kian hari kian terluka dan berdarah dalam lamunan
Entah harus berbuat apa untuk menyambung hidupku
Tuhan tolonglah aku......

Aku....yang terus terkapar dalam kesedihan tanpa henti
Mengharapkan belas kasih dan ampunan semata
Separuh jalan kulangkahkan kaki penuh dosa
Mengharapkan pertolongan.....

Aku...Sadarku menggantung ditepian jurang yang dalam
Ketika sahabat sejati meninggalkan aku dalam dosa
Terbuang dalam kepakkan sayap-sayap indah nan megah
Dan kini kuterkapar sendiri dalam kebodohan..

Oh...Bodoh dan tololnya aku...
Dan kini aku hanya memaki sendiri dalam penyesalan
Kesempatan dalam hidup kulewati percuma
Sesungguhnya aku menyesal.......

Masih adakah setitik cahaya dalam gelapnya hatiku
Masih adakah kesempatan untuk menebus salahku
Masih adakah kekuatan sementara kaki ini kian rapuh
Masih adakah...Oh...Masih adakah semua itu

Kini...Aku harus menanggung dosaku sendiri
Terbungkuk tanpa siapa kuharus menengadahkan tangan
Mengemis kasih mengarapkan keharibaan Tuhan dan
Mengharap belas kasih manusia yang baik hati

Biarlah...biarlah ku jalani kisah pahit ini
Sebagai balasan atas perbuatanku semasa muda
Tinggal menunggu kehancuran dalam hidupku yang sombong
Hingga datang azab Tuhan yang pedih menimpaku.

Terkapar sudah aku dalam penderitaan
Rasa cinta tak lagi kudapatkan
Terbuanglah jasad ini dalam kepedihan
Menangis pilu dalam doa orang yang hina

Inikah azab Tuhan yang nyata
Yang sedang kujalani dimasa senja
Hinaan dan cercaan menghujam penuh kelu
Meregang nyawa kupasrahkan semua

Oh...Tuhan ampuni aku
Oh...Tuhan kasihi aku
Kepada siapa lagi ku harus mengadu selain engkau
Ku mohon ampunanmu untukku.

Adakah surga yang kudambakan kan kugapai
Ataukah neraka bagi orang yang berdosa sepertiku
Mengingat bagaikan bermandi dosa-dosa
Oh...sesungguhnya aku tak sanggup.....

Selasa, 25 Agustus 2009

Kecintaan


"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .(QS:Al-Imran :14)"

Cinta adalah anugerah yang terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Cinta merupakan suatu pengikat dan pengerat kasih sayang antar makhluk. Begitu indah bila kita berbicara dengan kata-kata yang dinamakan CINTA.

Kadang manusia sering berlebihan dalam mencintai sesuatu, atau sering disebut dengan salah kaprah. Sehingga lupa siapa yang seharusnya menjadi cinta yang utamanya. Cinta yang utama adalah cinta kepada Allah. Karena dengan cinta kepada Allah hidup akan lebih teratur, hati akan selalu tertata rapih, karena yakin Allah mencintai lebih darinya. Selangkah kita merapat pada Allah, seribu langkah Allah merapat kepada kita. Artinya Allah memberikan cintanya 1000 kali lipat dibanding kita.

Sahabat, kita memang patut mencintai Orang Tua, Istri, Keluarga atau sesama makhluk ciptaan Allah. Tapi jangan pula kita melupakan apa yang diperintah dan dilarang Allah, karena Allah sangatlah Pencemburu, ia tidak mau disamakan dengan makhluk ciptaannya. Apalagi sampai menyekutukannya.

"Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS.At-Taubah : 24)"

Dari ayat diatas kita bisa pelajari dan fahami kecintaan pada Allah, Rasulullah dan Berjihad dijalannya lebih diutamakan dan didahulukan. Sering kali kita dibutakan oleh cinta, Menganggap dunia lebih penting dibanding akhirat. Secara tidak langsung dan tidak terucap sikap kita acap kali melangkah kehal seperti itu. Kesibukan kita pada dunia membuat kita menjadi lalai dan menyepelekan panggilan Moazen.. Coba kita berkaca apakah kita seperti itu?

Sehingga dunia dijadikan tandingan-tandingan Allah untuk dicintai. Walaupun kita tidak menyadarinya. Kecintaan kita pada anak-anak, saudara-saudara, isteri, kekayaan sering kali melampaui kecintaan kita pada Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah. Coba Renungkan kembali ?

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa , bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (QS.Al-Baqarah : 165)"

Sahabat, Hati-hati dalam mengelola cinta, Kemana seharusnya kita memberikan cinta, semua ada aturan-aturannya. Hati-hati, jangan sampai kita dibutakan cinta sehingga kita lupa siapa yang seharusnya lebih diutamakan untuk dicintai. Hati-hati jangan sampai kita terjebak oleh nafsu yang terbungkus rapih dan diberi lebel Cinta.

Yaa...Allah jangan kau lupakan dan jangan pula kau tinggalkan kami, Yaa...Allah jangan pula kau butakan mata hati kami, sehingga kami berpaling darimu, Ya...Allah Sesungguhnya cintamu amatlah luas maka jangan kau hilangkan rasa cinta ini terhadapmu.

Senin, 24 Agustus 2009

RENUNGAN !!!


Sahabat, mari kita mengingat kebelakang !!! mengingat kisah kita dimasa lalu !!! Sahabat, sudah berapa banyak kita berbuat baik. sudah berapa banyak pula kita berbuat dosa. Lebih banyak mana, kebaikan ataukah keburukan, lalu kita hitung dengan usia kita. Apakah kita yakin dengan semuanya ? Begitu Dzholimkah kita mengabaikan semua perintah dan larangan Allah.

Sahabat, Allah maha tahu, maha melihat dan mendengar segala sikap dan tindak tanduk kita. Bahkan apa yang kita rencanakan dan masih tersimpan dalam hati Allahpun tahu. Coba fikirkan kita hidup didunia karena siapa? kita berpijak dibumi kepunyaan siapa? Apakah kita masih harus mengelak atsa semuanya. Mengapa kita masih menolak dan menentang dengan aturan-aturan yang Tuhan buat buat kita. Bukankah aturan itu juga baik untuk kita. Coba Renung dan Fikirkan.!!!

Sahabat, Kita tidak luput dari genggaman Allah SWT, kemanapun atau dimanapun kita selalu dipantau dan diawasi. Segala perbuatan dan tingkah laku kita selalu dalam pengawasnnya. Dan semua itu akan ada pertanggung jawabannya kelak. Apakah sahabat menyadarinya ???

Sahabat, apa yang kita banggakan, fisik yang sehat tidak akan selamanya sehat, wajah yang indah lambat laun akan keriput, harta yang banyak kelak akan ditinggalkan. semua yang ada didunia tidak ada yang abadi. Semua bagaikan Fatamorgana dan Air laut.

Astaghfirullah Hal Adzhim.....sungguh sombong dan angkuhnya manusia, sehingga ia sombong dan menggunakan aturan-aturannya sendiri. Bukankah Allah lebih tahu tentang makhluknya. Alangkah sombong dan takaburnya.

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat , tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (QS.Almaidah : 48)"

Minggu, 23 Agustus 2009

TENTANG KESUKSESAN


Kesalahan pada diri manusia merupakan kewajaran dan patut dimaklumi. Tapi bukan berarti manusia harus selalu salah dalam mengambil suatu tindakan. Tapi ia harus pelajari setiap kesalahan itu agar tidak terulang kembali.

Memang tidak mudah untuk mempelajari dan mengevaluasi sedikit demi sedikit setiap kesalahan. Namun kita dituntut bahkan wajib untuk belajar dan terus belajar agar segala keputusan atau tindakan memperoleh hasil yang maksimal. Bukankah banyak juga kita temukan kisah-kisah orang-orang sukses yang berwalal dari sebuah kegagalan. Justru kegagalan adalah modal utama seseorang menggapai kesuksesan.

Untuk memperoleh itu semua kita wajib berusaha, berdoa serta belajar terus dan terus. Jangan menyerah dan putus asa, Jangan menunjukkan kelemahan kita, Bersabar namun tetap tekun menjalankan usaha, Karena kesuksesan sejati turun secara bertahap dan bertahap. Karena itu adalah kunci kekokohan pondasi usaha yang kita bangun dari awal. Bahkan Ilmupun akan terus dan terus dapat kita serap dan kita amalkan. Disiplin dalam mengatur waktu, Karena waktu adalah pedang. Jika kita menyia-nyiakan waktu maka akan tertebaslah kesempatan untuk beraktivitas.

Sahabat, Bumi yang Allah ciptakan itu luas, Luas pula rezeki yang harus kita jemput. Jangan pernah menunggu kekayaan yang jatuh langsung dari langit. Buang sifat bermalas-malasan, "yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS.Al-Anfal - 53)".

Sahabat, Tetap semangat untuk Berusaha, Berdoa dan Belajar, Jangan lupa Infaqan sebahagian rezeki kita agar rezeki kita menjadi manfaat bagi kehidupan, baik dunia dan akhirat.

Rabu, 12 Agustus 2009

CINTA


Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yangrendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.

Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

1. Cinta

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;”Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku :’Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata :”Belum”, maka beliau bersabda : ‘Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua’ Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.

Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “, (Q.S Ali¬-Imran : 14)

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta’ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan .?

Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi¬-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat? ( HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi)

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.

2. Rindu

Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.

Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.

Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.

Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.

3. Cemburu

Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.

Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli. Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.

Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya. Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta’ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.

Maka kami katakan padanya : 1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak. 2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia. 3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci. 4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta’ala : “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan? (Q.S As-Sajdah : 17)

Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta’ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.

Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.

Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.

Selasa, 11 Agustus 2009

DIMANA RASA MALU



Malu, merupakan fitrah manusia yang sudah ada dari lahir. Malu berbuat buruk, Malu mengutarakan rasa dan lain-lain. Tapi di abad modern saat ini yang kita kenal abad Milenium, Dimana ada UU yang mengatasnamakan HAM atau bebas berekspresi dan pendapat menjadi kebanggaan dan bebasnya untuk berekspresi.

Tapi, Ini justru menjadi Boomerang yang berbalik membunuh moral dan martabat bangsa. Bebas justru malah Bablas, Bebas malah bikin amblas moral anak bangsa. Kita bisa lihat secara nyata dan gamblang terpampang lewat media-media TV ataupun sejenisnya, Syahwat dan Nafsu berperan dengan dibungkus rapih juga dengan kata-kata yang indah dengan mengatas namakan SENI. Ironis sekali memang, bahkan Anggota DPR yang mengemban amanah dan melindungi Rakyat justru malah mengkhianati dan mengambil untung dengan posisinya.

Dimana rasa malu, Kemana rasa malu yang menjadi ciri khas bangsa yang terhormat dan bermartabat. Lihat dengan seksama, bahkan penulis pernah menyaksikan suatu tayangan di TV swasta : Pelajar SMP Indonesia tahun 2007 dengan katagori yang sudah tidak Virgin lagi mencapai 47%, Dan di tahun 2008 melonjak signifikan menjadi 62% angka yang begitu fantastis. Boleh jadi akan makin bertambah di tahun 2009 ini. Sungguh memprihatinkan sekaligus memalukan. Kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan?

Akankah akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan tekhnologi yang begitu canggih dan modern yang kian kronis dan mudah disalahgunakan. Kita seharusnya lebih peka dalam menanggapi semua, bukan sebaliknya mendukung yang tidak hak. Kepada Wakil Rakyat semoga lebih memahami dan mementingkan untuk menyelamatkan moral daripada keuntungan yang mengorbankan akhlak.

Jadikan segala yang buruk menjadi tolak ukur rasa malu, Kita harus bisa memilah suatu yang baik dan buruk. Tiada suatu hal yang dapat menyelamtkan diri dan kehormatan selain Rasa Malu kepada Allah. Seharusnya kita tahu bahwa kita selalu diawasi oleh malaikat yang selalu siap mencatat gerak gerik kita.

Semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi suatu pelajaran atau i'tibar agar kita dapat setiap perbuatan kita, Karena semua akan menjadi tanggung jawab kita nanti dihadapan Tuhan YME.

MENUNTUT ILMU


Ilmu Allah begitu luas, Kita sebagai manusia dituntut untuk mencari dan mengamalkannya. Bahkan kita diwajibkan menuntut ilmu sampai ajal tiba. Karena ilmu itu begitu penting bagi kehidupan, baik ilmu agama ataupun ilmu dunia.

Ilmu pengetahuan bagi manusia merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dipisahkan. Beruntunglah bagi orang yang haus akan ilmu, Orang yang berilmu tidak mudah untuk dibodohi, Orang yang berilmu akan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, Bahkan orang yang berilmu akan memperoleh keuntungan yang besar jika ilmunya terus diamalkan.

jadi menuntut ilmu itu hukumnya wajib, Ilmu tidak hanya kita daptkan dari bangku sekolah, atau Universitas. Kita bisa mendapat ilmu dari buku-buku yang kita sukai. atau dalam kita bergaul dengan orang-orang yang pandai dalam bidang komputer misalnya, kita secara tidak langsung akan mendapatkan ilmu jika kita tidak malu untuk bertanya.

Begitu luas Ilmu yang ada dibumi ini. Sungguh merugi jikalau kita membiarkan usia kita yang semakin bertambah ini hanya untuk bersantai-santai, bermalas-malasan bahkan berfoya-foya sehingga usia yang seharusnya untuk menuntut ilmu terbuang sia-sia karena kebodohan kita.Alangkah meruginya kita.

Ada pepetah yang mengatakan Harimau mati meninggalkan belangnya, Manusia Mati meninggalkan Ilmu Pengetahuannya. Kita mungkin pernah mendengar sebuah Hadist yang mengatakan : Ada 3 perkara yang membuat amal manusia tidak akan putus walaupun ia wafat yaitu : Amal Sholeh, Ilmu yang bermanfaat dan Anak yang Saleh.

Bagaimana beruntungnya orang yang memiliki banyak ilmu. APalagi jika ilmu itu diamalkan, ia akan menjadi ladang amal yang tidak akan pernah putus didunia bahkan sampai akhirat. Namanya akan selalu dikenal, Sebagai contoh : Ibnu Sina yang mengamalkan ilmu kedokterannya pada masyarakat, membuat namanya harum dan terkenal hingga kini. dan masih banyak yang lainnya.

Saya sebagai Penulis mengajak kepada para pembaca, Yuk kita sama-sama berupaya untuk belajar dan terus belajar menimba ilmu sampai liang lahat. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan petunjuknya pada kita semua agar selalu lebih bersemangat dan selalu haus akan ilmu yang bermanfaat. Amin.

Senin, 10 Agustus 2009

Tentang Jihad di Indonesia


Mungkin, Kita sering dengar tentang Kata-kata Jihad. Baru-baru ini Negara kita terguncang oleh aksi Bom Bunuh diri, yang ironisnya ia mengatakan Jihad. Apakah ini Jihad?

Menurut pendapat saya, Jihad di Indonesia bukanlah jihad yang dilandasi dengan fisik atau kekerasan, Jihad seperti ini harus dilihat dari medan/tempatnya,Misalkan di Palestina, Irak dan Afghanistan. Mungkin dalam kondisi yang terdesak dan terjajah, Dan banyak terjadi kekerasan, Bahkan terancam terbunuh.

Lain halnya di Indonesia, di Indonesia lebih mengutamakan jihad pemikiran dan Ilmu pengetahuan juga moral, Yang dikenal Ghouzhul Fikr, atau Perang Pemikiran. Justru ini lebih bahaya dan lebih dahsyat dibanding perang fisik yang kita kenal, karena ini targetnya merusak genersai, sehingga manusia akan lupa dan bahkan akan terkena penyakit yang kita kenal yaitu penyakit Wahn (Cinta dunia dan takut Mati).

Kita bisa lihat generasi-generasi muda, bagimana pergaulan dan tingakh laku mereka. Budaya barat menjadi tren dan modis bahkan ajang gaul mereka. Sulitnya mengendalikan tonotan yang tidak berkualitas, Karena tontonan itu menguntungkan bagi penyiar-penyiar media. Film-film porno beredar dimana-mana, semua tampak dan nyata ada dihadapan kita.

Disinilah kita harus berperan dan berjihad untuk membentuk generasi yang Rabbani, Generasi yang mencintai Allah, Generasi yang membawa negeri ini makmur,aman dan sejahtera. Memang tidak mudah seperti membalikkan tangan, butuh strategi dan terobosan jitu untuk menuju kesana, banyak tantangan dan rintangan yang menghadang.

Contohnya : Pengesahan UU Pornographi dan PornoAksi ditentang kersa oleh kalangan yang memiliki bisnis seperti ini, Bahkan ada yang berniat memisahkan diri dari NKRI. Bulan Ramadhan bulan yang suci dan sudah tercantum UU tentang penutupan tempat-tempat hiburan, tapi masih banyak yang buka, bahkan sengaja seperti meledek dengan berbagi alasan.

Coba baca kembali Alquran Surah AlBaqarah : 120, Disitu jelas dan tujuan mereka untuk merusak kaum muslim khususnya untuk melupakan tuhannya, Agar mengikuti gaya hidup mereka. Menurut saya disinilah jihad yang sesungguhnya yang harus diterapkan di Indonesia. Yaitu mengembalikan Jati diri dan Moral bangsa yang telah tercabik-cabik oleh budaya barat, yang menggantungkan pada syahwat sebagai objek. Akankah generasi atau anak bangsa bermoral seperti ini. Sungguh memalukan.

Semoga Allah memberikan kekuatan-kekuatan berupa Iman serta Ilmu Pengetahuan yang luas serta kemudahan kepada prajurit-prajurit da'wah yang sesungguhnya, Untuk memrangi Ghouzul Fikr yang sudah meracuni akhlak bangsa. Allahu Akbar......!!!!

Rabu, 05 Agustus 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN


Alhamdulillah, Ramadhan tinggal menunggu beberapa hari lagi. Siapkan hati, jiwa dan raga untuk menyambutnya. Hindari perilaku-perilaku yang menimbulkan dosa dan maksiat, tingkatkan amal ibadah dan luruskan niat hanya Allah satu tujuan.

Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat datang bulan yang penuh ampunan, Keberkahan serta Rahmat dari Rabb semesta Alam. Semoga kita bisa berjumpa dan melaksanakan ibadah Ramadhan.

Ya...Allah berikan kami kesempatan agar dapat bertemu dan melaksanakan ibadah Ramadhan ini, Yang begitu banyak kau limpahkan kasih sayang pada hamba-hambamu.

Ya...Allah berikan kami kesehatan, kelapangan dan Rezeki yang cukup, agar Ramadhan yang suci ini dapat kami kerjakan dengan baik.

Ya...Allah kami makhluk yang penuh dengan dosa, berikan ampunanmu...Sesungguhnya ampunanmu begitu luas tiada bertepi.

Robbana ya Robbana Dhzolamna ANfusamna Wa' Ilam Taghfirlana Watarhamna Lana Kunnana Minal Khasirin..Robbana Attina Fiddunia Hasanah, Wafil Akhiroti Hasanah Wakina Adzabannar...

Selamat datang duhai Ramadhan, Selamat datang duhai bulan ampunan dan Rahmat, Semoga Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari tahun-tahun yang lalu...Amin

Senin, 03 Agustus 2009

Proteksi Situs Pornografi dengan Software Gratis


Jumlah situs pornografi di internet semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa situs pornografi termasuk situs yang banyak di cari pengguna internet. Ada isu bahwa melalui situs yang mengandung pornografi ini pembuat situs pornografi bisa mengeruk keuntungan yang tidak sedikit. Hmm…

Terlepas dari keuntungan yang diperoleh pembuat situs, pasti ada pihak yang dirugikan oleh situs pornografi, yaitu anak-anak terutama yang masih dalam usia pertumbuhan. Bayangkan saja apabila seorang anak nyasar di salah satu situs pornografi yang berbentuk short video porno.

Berkembangnya situs pornografi menjadi keresahan tersendiri bagi para orang tua, terlebih lagi model situs pornografi sekarang berbentuk video porno pendek, web cam porno, chatting porno live, video porno real time. Bahkan ada yang secara sengaja memasukkan gambar-gambar porno di friendster atau jejaring social (Social networking lainnya). Padahal, banyak-anak-anak yang bergabung dengan Friendster atau jeraring social lainnya.

Bagi Anda yang ingin memproteksi atau memblokir situs-situs pornografi dan jejaring social gunakan K9 Web Protection yang bisa Anda kunjungi di situs ini. Software Freedownload alias gratis ini sudah teruji kehebatanya. Untuk mendownloadnya Anda diminta mengisi formulir dan mencantumkan alamat email Anda. Nomer lisensi untuk mendownload. Setelah diinstal Anda akan diminta seting password dan ingatlah selalu password ini. Masuk lagi ke K9 Web Protection melalui komputer Anda kemudian masukkan password, sekarang Anda siap mensettingnya. Dan anak-anak terlindung dari situs-situs ponografi dan jejaring sesial.

Minggu, 02 Agustus 2009

MEMBANGUN KEBERSAMAAN


Setiap individu manusia pastilah memiliki keterbatasan baik masalah kemampuan sampai dengan masalah kesempatan.

Dalam beberapa hal kadang kita merasa bahwa diri kita adalah superior dan serasa memiliki hampir semua kemampuan yang di miliki oleh orang lain, tidak jarang pula kadang kita serakah dalam mengungkungi beberapa bidang baik dalam segi usaha maupun masalah kemampuan .

Siapa yang tidak kepingin sukses dalam setiap usaha yang kita bangun dengan kemadirian, tentu semua sangat menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang kita rintis dan kita rencanakan dengan matang oleh konsep yang ada dalam benak kita .

Namun apabila kita kembali menyadari akan kemungkinan pada sebuah keberhasilan dalam beberapa hal kita haruslah membunuh beberapa sifat individualisme yang ada dalam diri kita , sebab kemandirian yang sukses dan berhasil bukan berarti mengagungkan egosentris yang berlebihan.

Dalam satu contoh keterbatasan yang saya miliki adalah berharganya waktu yang sangat membatasi kemampuan pada kesempatan yang akan kita lalui kadang akan terlewat dengan begitu saja tanpa membuahkan hasil, tentu bukan hal yang mudah jikala saya memiliki keinginan yang berbeda dalam waktu yang sama dan memiliki target dalam pencapaian yang sama dalam kurun waktu yang sama pula ,

Dalam contoh yang berbeda saya sangat ingin sekali mengembangkan usaha saya dalam dunia usaha pembibitan ternak Kambing Etawa sementara disisi lain saya juga harus melanjutkan beberapa pekerjaan maupun usaha yang saya rintis lebih lama ( dunia kontraktor Mekanikal dan Elektrikal ).

Jika saya harus memilih di antara keduanya tentu bukan hal yang bakal saya lakukan untuk meninggalkan salah satunya, karena saya merasa memiliki kesenangan dalam dua bidang tersebut, akhirnya tentu saya akan memilih kedua duanya tetap jalan dan saya gemari sebagai sebuah usaha dalam bagian hidup saya.

Dalam memenuhi keinginan itu tentu sangat tidak mungkin jikala keduanya kita jalankan dengan waktu yang bersamaan apabila kita tidak mampu membagi kebersamaan,

Disini saya kembali harus tertunduk dan harus mengakui sekali ketergantungan saya kepada individu lain ( orang lain ) dalam setiap sisi kehidupan saya, saya sangat meyakini sekali keterbatasan diri saya, okelah mungkin dari sisi ilmu saya dapat dengan mudah mempelajari tatacara dalam berusaha ternak kambing etawa namun saya tidak mungkin sekali menjadi pelaku tunggal dalam hal ini.

Seperti kegiatan usaha di dunia konstruksi saya pun kadang harus melakukan pekerjaan dari estimasi, pra design sampai terbentuknya Bill of Quantity yang dilanjutkan hingga tender berlangsung , namun pada saat pelaksanaan pekerjaan tentu akan melibatkan banyak sekali orang lain dalam mewujudkan keberhasilan pekerjaan tersebut.

Tentu dalam usaha beternak kambing etawa pun saya juga tidak mampu menyediakan lahan pakan ternak hingga menghidangkan pakan ternak serta kegiatan yang harus memakan waktu dalam beternak kambing etawa, namun hal itu tak membuat saya lantas mengurungkan niatan usaha saya dalam bidang ini .

Ada beberapa cara yang saya tempuh dalam menggeluti bidang usaha ini agar tetap berhasil mengelola peternakan mandiri Gunungkelir.

Cara yang pertama :

saya membangun kandang kambing di beberapa tempat untuk kemudian mengangkat beberapa orang sebagai operator ternak ( peternak ) , saya menunjuk beberapa pemuda yang masih relatif belum memiliki lapangan pekerjaan yang jelas bagi mereka, kemudian saya menyediakan lahan pakan ternak, kandang, hingga bibit kambing etawa kemuadian memberikan gaji pada mereka sebagai pelaku peternakan.

Cara yang kedua :

sistem bagi hasil dengan pelaku peternak yaitu dengan cara saya memberikan bibit kambing etawa dan mereka yang merawat kambing tersebut serta memberikan makan dan menyediakan kandang kambing, dalam hal ini saya tidak memberikan gaji dan tidak menyediakan lahan pakan ternak, sebab umumnya pelaku bagi hasil ( penggaduh ) memiliki modal pakan, kandang dan perawatan ,sementara saya memiliki modal bibit kambing etawa, yang pada akhirnya keduanya memiliki hasil keuntungan yang sama dan memiliki resiko kerugian yang sama juga.

Dalam waktu yang bersamaan akhirnya saya dapat mensiasati beberapa pekerjaan dengan sebuah kebersamaan yang saya bangun dengan beberapa teman usaha serta patner dalam bekerjasama , tentu hal ini juga dapat kita lakukan jikala kita mampu membangun keselarasan kebersamaan terhadap individu yang lain sebagai sebuah kelengkapan dalam sebuah proses dalam kinerja usaha yang kita jalankan.

Selamat membangun kebersamaan dalam keberhasilan

SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH


Suatu ketika tatkala Rasulullah s.a.w. sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui Baginda s.a.w.. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah s.a.w. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Rasulullah s.a.w. , menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Rasulullah s.a.w. . Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.

Rasulullah s.a.w. menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad s.a.w.. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar?" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah s.w.t. akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasulullah s.a.w. , maka Baginda s.a.w. pun bersabda,: "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Rasulullah s.a.w. berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah s.w.t.."

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Rasulullah s.a.w.. Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah s.w.t. di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Rasulullah s.a.w. menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

Minggu, 26 Juli 2009

Malu Suami


Malu merupakan salah satu hiasan wanita. Dengan malulah wanita menjadi tambah cantik dan menarik. Adakalanya, tidak cuma wanita yang bisa berhias malu. Karena laki-laki pun bisa menjadi sangat pemalu.

Pertemuan sepasang suami isteri adalah juga pertemuan dua sayap yang sebelumnya terpisah. Tak mungkin ada burung yang bisa terbang dengan satu sayap. Sepasang sayap suami isteri itulah yang membawa terbang seribu satu sifat manusia kepada sebuah titik keseimbangan.

Idealita pun bertanya, mungkinkah dua sayap itu tersusun mulus: tepat, akurat, tanpa ketimpangan. Dan realita pun menjawab, kadang ada sayap yang terbentuk agak terbalik.

Sudah menjadi kewajaran kalau laki-laki punya sifat berani, cuek, dan tegas. Begitu pun dengan wanita. Biasa kalau wanita tampil lembut, anggun, dan pemalu. Dua titik kewajaran yang nyaris bertolak belakang itulah yang akhirnya seimbang dalam ikatan suami isteri.

Namun, tidak semua yang wajar selalu datar. Adakalanya naik, dan turun. Boleh saja orang menganggap kalau seorang suami itu tegas dan cuek. Dan isteri lembut nan anggun. Tapi, kenyataan bisa membuktikan kalau ada suami yang justru sangat pemalu. Hal itulah yang kini dirasakan Bu Imah.

Ibu dua anak ini mungkin tergolong wanita yang mudah adaptasi. Luwes. Mudah bergaul. Kalau dipikir-pikir, sifat ini merupakan cap baru buat Bu Imah. Karena sebelum menikah, ia agak pendiam. Jangankan supel, bisa bertahan satu jam saja di keramaian sudah jadi prestasi luar biasa. Kenapa bisa begitu drastis?

Mengenang itu, Bu Imah jadi senyum sendiri. “Lucu memang,” bisik batinnya pelan. Ternyata, selama lima tahun menikah banyak hal terjadi.

Bisa dibayangkan jika orang pendiam bertemu pemalu. Suasana begitu senyap. Persis seperti kampung tanpa listrik. Siang sepi, malam gulita. Yang terdengar cuma suara bersin, batuk, dan tangis anak-anak penghuni kampung. Seperti itulah suasana di bulan-bulan pertama pernikahan Bu Imah.

Lambat tapi pasti, suasana lingkungan mengubah Bu Imah. Tinggal di rumah mertua memang bukan tempat yang cocok buat yang pendiam. Apalagi yang selalu di rumah. Mau apa-apa serba susah. Mau nyelonong ke dapur takut dikritik, ingin makan di luar nggak cukup uang. Wah, repot!

Mau tidak mau, Bu Imah belajar ngomong. Tak mudah, memang. Bulan pertama masih kikuk, bulan kedua keluar keringat dingin. Namun, pepatah memang benar: pengalaman guru yang terbaik. Dua tahun terus uji coba, perubahan pun terasa. Seolah, ayah ibu mertua, kakak ipar dan kemenakan Bu Imah menjadi pelatih alami hingga Bu Imah pintar gaul.

Belum lagi dengan suasana tetangga yang sama sekali berbeda dengan rumah orang tua Bu Imah. Di sekitar rumah mertua, Bu Imah menemukan tetangga-tetangga yang hiper-aktif. Sebentar-sebentar berkunjung. Ngobrol, ngerumpi. Suasana jadi begitu ramai. Perubahan sifat Bu Imah jadi makin sempurna.

Menariknya, perubahan seperti itu tak dialami suami Bu Imah. Selama bertahun-tahun menikah, sifat suami Bu Imah begitu-begitu saja. Sedikit pun tak berubah. Tetap saja pemalu. Itulah di antara sebab kenapa Bu Imah masih tinggal di rumah mertua. Padahal, anak sudah dua.

Aneh, memang. Pendatang berubah, tuan rumah masih seperti dulu. Semula, Bu Imah mengira itu cuma terjadi dengannya. Karena baru kenal, wajar kalau seorang suami masih malu. Ternyata, sama tetangga yang entah sudah berapa tahun dikenal pun seperti itu. Malu. Perubahan cuma terjadi antara suami dengan Bu Imah. Sementara dengan tetangga, orangtua, sanak keluarga, dan teman-teman dekat Bu Imah tetap tidak berubah. Malu dan malu!

Wajar jika dunia suami Bu Imah begitu terbatas. Rumah, kantor, teman ngaji, dan kembali ke rumah. Tidak heran jika teman Bu Imah sering gagal menemukan alamat rumah Bu Imah. Bukan alamatnya yang salah. Tapi, nama suami Bu Imah yang jadi patokan nyaris tak dikenal tetangga. “Siapa? Kayaknya nama itu nggak tinggal di sini!” ucap para tetangga kerap membingungkan si pencari alamat.

Bahkan saat ini, masyarakat sekitar lebih kenal Bu Imah ketimbang suaminya yang penduduk lama di situ. Tidak jarang beberapa ibu-ibu sekitar rumah bertanya ke Bu Imah, “Suami ibu orang mana, sih?”

Tiap ada undangan, apa saja: walimahan, ulang tahun, syukuran, akikahan; prosentase kehadiran suami Bu Imah jauh tertinggal dibanding sang isteri. Rumus yang berlaku: kalau ada suami, pasti ada isterinya; tapi belum tentu sebaliknya.

Pernah Bu Imah menyusun strategi. Ia pura-pura tidak bisa hadir ke sebuah undangan tetangga karena tidak enak badan. Saat itu juga, suami Bu Imah bingung. Padahal, yang ngundang tergolong teman dekat ayah mertua Bu Imah. Spontan, mertua Bu Imah meminta anaknya untuk hadir. Tampak dari wajah suami sesuatu yang beda: pucat, keringat dingin, dan salah tingkah. Melihat itu, hati kecil Bu Imah cuma berujar, “Duh, mudah-mudahan niat baik ini tidak dicatat dosa sama Allah!”

Dengan susah payah, suami Bu Imah akhirnya siap berangkat. Baju batik yang dikenakannya tampak basah di bagian belakang karena keringat dadakan. Begitu pun sisiran rambut yang semula rapi, mulai semrawut tak menentu. “Yah, bismillah!” ucap suami Bu Imah sambil melangkah keluar rumah.

Melihat itu, Bu Imah menarif nafas lega. “Alhamdulillah! Berhasil juga,” ucap Bu Imah dalam hati. Sesaat setelah itu, ayah mertua Bu Imah bilang, “Sudah berangkat suamimu, Mah?” Setelah jawabannya positif, senyum pun menghias sang ayah. Tampaknya, ia berharap kalau anak bungsunya tidak mengecewakan.

Pagi itu begitu cerah ketika Bu Imah sedang bermain di halaman sama anak-anak. Baru saja, mereka melepas keberangkatan suami dan ayah tercinta ke tempat kerja. Tiba-tiba, seorang tetangga yang pernah mengundang syukuran menghampiri. “Bu Imah, kok kemarin tidak datang?” tanya sang tetangga ramah. “Anu, saya sedang tidak enak badan,” jawab Bu Imah sekenanya. “Oh gitu. Kenapa tidak diwakili. Apa suami Bu Imah juga nggak enak badan?” tanya sang tetangga lebih dalam.

Saat itu juga, wajah Bu Imah pucat. Ia seperti tersadar sesuatu. “Ah, suamiku!” ucapnya sambil memaksakan senyum ke arah sang tetangga.

MENATA SAYANG


Rasa sayang buat kehidupan keluarga semoga tidak mirip api dengan lampunya. Selama api masih menyala, lampu akan menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Jangan tanya jika lampu tak lagi punya cahaya. Karena orang akan mencari yang lain.

Tiap pasangan suami isteri punya sesuatu yang menjadi pengikat kuat ikatan rumah tangganya. Dari sekian unsur ikatan yang ada, sayang adalah pengikat yang teramat kuat.

Mungkin buat orang ammah, sayang pasca pernikahan bukan sesuatu yang menarik. Biasa. Karena sudah terjajaki sekian lama sebelum pernikahan berlangsung. Ada yang setahun, dua tahun, bahkan lebih dari lima tahun.

Bayangkan, jika sayang harus tumbuh pas di saat pernikahan. Tidak ada penjajakan. Tidak ada prakondisi. Kenal, nikah, dan langsung sayang. Bahkan, ada yang mengalami proses tiga tahapan itu cuma butuh waktu satu minggu. Bisakah sayang tumbuh dan langgeng? Hal itulah yang pernah dialami Bu Ririn.

Ibu yang kini dianugerahi tiga anak ini kerap senyum-senyum kalau mengingat masa lalunya bersama suami. Kalau dipikir-pikir, Bu Ririn merasa kalau ia tergolong tidak normal saat melahirkan rasa sayang. Betapa tidak, sayang bisa muncul cuma dalam hitungan jam. Berkenalan ba’da maghrib, ba’da Isya-nya langsung nikah. Dan malamnya langsung tidur sekamar. Ajaib!

Sebagian tetangga mungkin ada yang menduga macam-macam. Orang biasa menyebut MBA: marriage by accident, alias ‘kecelakaan’ pra-nikah. “Na’udzubillah! Jauuuuuh, la yau!” ungkap Bu Ririn suatu kali ke seorang tetangga.

Semua begitu singkat, karena ayah Bu Ririn sudah begitu kenal dengan calon suami. Dia baik, saleh, dan insya Allah mujahid. Tanpa proses berbelit-belit, ayah Bu Ririn langsung menawarkan pernikahan di saat perkenalan. Dan si calon suami langsung setuju. Begitu pun Bu Ririn. Cepat, tepat, dan tentu saja nikmat.

Sejak itu, sayang Bu Ririn terus tersiram, terpupuk, dan kian bersemi. Tak terasa, Bu Ririn menata sayangnya sudah hampir sepuluh tahun. Lumayan lama buat ukuran rasa. Tanpa sedikit pun goyah. Apalagi sirna.

Memang pernah, bahkan beberapa kali, rasa sayang itu diuji. Bu Ririn pernah kesal dengan suami lantaran tiga hari tak pulang tanpa bilang-bilang. Benar-benar sebal. Walau orang paling dekat, justru dialah yang paling tidak tahu soal kesibukan suami. Kalau saja tidak segera meluncur penjelasan utuh, marah Bu Ririn nyaris tak terbendung.

Pernah juga, suami Bu Ririn pinjam kalung emas mahar pernikahan. Awalnya, Bu Ririn ragu buat setuju. Tapi karena sayang, keraguan itu pun luluh. Emas seberat sepuluh gram itu pun dibawa suami. Hingga kini, benda yang punya kenangan berharga itu tak kunjung kembali. Saat marah, Bu Ririn sempat mendengar penjelasan suami. Mahar itu sudah dijual buat pengobatan keluarga seorang aktivis. Kesal yang semula menggumpal, tiba-tiba luluh dan berbalik iba. “Afwan, Yang. Cuma itu yang bisa Abang lakukan. Insya Allah, akan Abang ganti!” ucap suami Bu Ririn mencairkan suasana.

Pernikahan Islami memang indah. Tanpa kenalan yang berkepanjangan pun, sayang bisa tumbuh subur. Segala ungkapan sayang jadi penuh berkah. Dan insya Allah, bernilai ibadah. Hati Bu Ririn mulai menyimpulkan sayangnya.

Kadang, ia mulai menilai fisiknya yang tidak seperti dulu lagi. Mulai gemuk, dan tidak sebening dulu. Lima belas tahun ternyata punya pengaruh besar buat seorang ibu rumah tangga seperti Bu Ririn. Anak tiga, mengurus rumah tanpa pembantu. Semua diurus Bu Ririn sendiri.

Bukan itu saja. Ibu yang mahir ngolah kue ini pun biasa menitipkan hasil masakannya ke beberapa warung. Lumayan buat nambah pemasukan keluarga. Dan semua itu ia lakukan sendiri. Mulai belanja bahan, ngolah adonan, masak, hingga ngantar ke warung-warung.

Cukup berat kalau cuma mengandalkan pemasukan suami yang bisnis serabutan. Kadang bisnis baju, buku Islam, obat tradisional; kadang jadi makelar tanah. Penghasilan suami memang sulit ditakar. Tapi syukurnya, keluarga nyaris tak pernah kelaparan. Alhamdulillah!

Bu Ririn tak pernah menghitung-hitung seberapa capeknya ia mengurus rumah, menjaga anak-anak ketika suami beberapa hari keluar kota. Juga, mencari tambahan pemasukan saat penghasilan suami minus. Semua itu ia hadiahkan sebagai ungkapan sayang buat suami tercinta. Sekali lagi, sayang.

Sayang Bu Ririn kian bertambah ketika mengingat nikmat jodoh dari Allah. Betapa tidak sedikit muslimah yang belum berkesempatan mengungkapkan rasa sayangnya secara penuh. Mereka cantik, salehah, bahkan terpelajar. Tapi karena belum jodoh, ungkapan sayang masih tetap tertahan. “Semoga Allah memudahkan urusan mereka,” ucap Bu Ririn penuh khusyuk.

Hari ini, suaminya akan tiba dari luar kota setelah tiga pekan pergi. Bu Ririn menyiapkan diri buat penyambutan. Ia berhias, mengenakan busana yang paling bagus. Di hatinya cuma ada satu kalimat, “Akan kuungkapkan rasa sayangku buat suami tercinta!”

Saat suami tiba, Bu Ririn menghias wajahnya dengan senyum. Ia persilakan suaminya bercerita apa pun soal perjalanannya. Ia berharap, dengan begitu lelah suami akan pulih.

Ada dua kabar yang dibawa suami. Bu Ririn begitu gembira ketika mendengar soal bisnis tanah suami di luar kota. Sedikitnya, suami dapat enam puluh juta rupiah. Alhamdulillah! Senyum Bu Ririn kian lebar.

Tapi, ada satu kabar lagi yang suami Bu Ririn sendiri bingung, apa ini kabar gembira atau duka. Bu Ririn tak sabar ingin mendengar. Akhirnya, “Yang, dengan berat hati Abang katakan. Di luar kota sana, Abang dinikahkan dengan anak seorang kiyai setempat. Cepat, tepat, dan....” ucap suami Bu Ririn agak berat.

Mendengar itu, senyum Bu Ririn langsung kincup. Cuma ada tiga-B yang tetap tertahan dalam hati Bu Ririn soal sayangnya: Benar-Benar Berat!

Kamis, 23 Juli 2009

RENUNGAN..!!!


Manusia diciptakan kedunia dengan sifat dan sikap yang berbeda. Ada keras, Biasa bahkan lembut, Pria dan Wanita. Bersuku-suku, Berbangsa-bangsa dan bahkan berbeda bahasa. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, dia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dari orang lain.

Tidak sepatutnya dan tidak sewajarnya manusia menyombongkan diri seolah dia yang paling berkuasa dan paling segala-galanya. Entah memiliki harta yang berlimpah, Jabatan Yang tinggi atau mungkin istri-istri yang cantik. Coba kembali mengingat tentang kisah Raja Firaun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Atau Coba Flash Back tentang Korun yang bergelimang harta yang juga dibenamkan semua hartanya kedalam tanah.

Segala sesuatu didunia ini tak akan abadi. Bahkan jiwa sendiripun, Yang kita banggakan, yang kita Rawat semua akan berpisah dan nantinya hanya menjadi sebujur bangkai yang dimakan cacing-cacing tanah.

Dunia hanya tempat berlabuh sementara, Dalam Episode inilah manusia memilih antara Kebahagian Abadi atau Kesengsaraan Abadi, Surga atau Neraka..Mungkin Seburuk-buruknya manusia tidak mungkin dan tidak mustahil memilih neraka, semua manusia pasti memilih surga, Namun Harga Surga itu tidak semurah dan segampang ucapan anak kecil.Banyak onak dan Duri, Penuh Tantangan dan Rintangan yang menghadang dan terlihat Menanjak dan penuh Jurang-jurang kedustaan sehingga kita banyak yang terjatuh kedalamnya. Namun Jalan keneraka itu terlihat mudah dan menurun serta dihiasi dengan bunga-bunga kemaksiatan yang paling disukai oleh syahwat manusia.Tidak Mustahil manusia lebih mudah terperosok dan masuk ketempat ini.

Sebenarnya mereka tahu itu adalah buruk dan berdampak negatif pada kehidupannya. Namun dengan bujuk rayu, serta lemahnya iman serta pergaulan yang menggauli kehidupannya, maka masuklah ia kedalam lembah yang penuh kehinaan. Bagai terperosok dalam pusaran air yang tiada berpegang pada akar rumput sekalipun, Sulit rasanya untuk berjuang kembali menuju kedaratan untuk menyelamatkan diri. Apakah ini harus terus berlanjut sampai generasi-generasi penerus kita.

Hanya Orang-orang yang bodoh, Padahal dia tau dia mengerti dan bahkan tau resiko yang akan ia jalani. Tapi Namanya manusia. Aneh !!! masih mencoba bahkan menjadi ketergantungan padanya. Yang Mengerankan Menjadi TREN zaman, Dikatakan Kuper Kalau belum Mencoba.

Semoga Allah Selalu melindungi hambanya yang selalu tetap Istiqomah, Semoga Allah Mau meberikan pintu taubat dan jalan yang baik bagi Orang yang benar dan sungguh-sungguh kembali padanya. Amin.

Rabu, 15 Juli 2009

TRICK Mensetting Windows biar ngebut


Di tempat anda, mungkin banyak orang yang bisa meng- install program. Namun saya yakin sangat sedikit sekali yang mengerti dan mau memahami seni dari proses install tersebut sehingga menghasilkan PC yang optimal.
Sering kita jumpai, komputer sekelas Pentium IV masih dikatakan lambat.

Padahal sudah dilakukan berbagai upaya untuk menambah memori dan meningkatkan prosesor. Namun tetap saja, masih ada beberapa proses yang dianggap lambat.
Dengan settingan berikut, anda bisa menyulap Pentium III secepat Pentium IV.

Ruang-ruang yang akan kita sentuh adalah sebagai berikut :

1. System Properties
2. System Configuration
3. Registry

1. System Properties

Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon MyKomputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .

Ada beberapa rahasia yang akan kita obrak-abrik pada system properties ini, sehingga menghasilkan installasi yang optimal. Ikuti langkah berikut :

1. Klik kanan pada icon MyComputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .
2. Klik menu System Restore , pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives .

Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
3. Kemudian klik Advanced .
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.

* Klik Setting pertama dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance . Lanjutkan dengan mengklik Apply . Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik. Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
* Selanjutnya klik Advanced , dan klik Change untuk merubah Virtual Memory.

(Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
* Pada sub menu Custome Size , terdapat kolom Initial Size . Isikan kolom dengan angka minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang.

Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2 x kolom pertama. Jangan lupa klik Set . Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
* Sekarang, klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3 . Kemudian buang tanda Ceklis (v) pada Automatically Restart .
* Klik OK setelah selesai.
* Tutup System Properties dengan mengklik OK

Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan. Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.

Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat. Caranya :

1. Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties
2. Klik menu Themes , kemudian pada kolom Themes dibawahnya, klik tanda panah ( Pop up ) dan pilih Windows XP .

Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP , maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP . Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
3. Klik Apply dan lihat hasilnya.
4. Selanjutnya klik menu Desktop , perhatikan di bagian bawah. Disana terdapat sub menu Customize Desktop , klik menu tersebut.
5. Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis (v) pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days.

Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
6. Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties

2. System Configuration

Please, jangan pusing dulu …

Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration . Perhatikan langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik msconfig kemudian Ok atau langsung tekan Enter
2. Dideretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup . Klik menu tersebut.
3. Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis (v).

Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses Loading .

1. buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
2. Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart .
3. Minum kopi, makan cemilan, atau pesen nasi goreng untuk menunggu komputer anda yang Restart.

Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop , anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa inggris. J

Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage ….., (dst) kemudian klik OK . Maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart .

3. Registry

Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry .

Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita obrak-abrik J :

1. HKEY_CLASSES_ROOT
2. HKEY_CURRENT_USER
3. HKEY_LOCAL_MACHINE
4. HKEY_USERS
5. HKEY_CURRENT_CONFIG

Wah, istilah-istilah apapula itu ?….. Bah … J

Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b . Ikuti langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik regedit , klik OK atau langsung tekan Enter
2. Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER
3. Klik tanda plus (+) pada Control Panel
4. Klik tanda plus (+) pada Desktop

( Perhatikan jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. J . Cari dan temukan MenuShowDelay . Jika sudah ketemu, klik dua kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK )
5. Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri
6. Dibawah directory Desktop terdapat sub directory WindowsMetrics . Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
7. Cari dan temukan MinAnimate , klik dua kali pada value tersebut dan rubah nilainya menjadi 1 , klik OK .

Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang ( X) dibagian atas kanan jendela.

Restart Komputer anda dan lihat hasilnya

YANG UDAH NYOBA JNG LUPA COMENT YA

APAPUN YG TERJADI PADA PC ANDA ? PERUSAHAAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 11 Juli 2009

Doa Orang Yang Menderita Kesedihan Mendalam


Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika).
Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.

Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.

Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:

“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:

Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.

Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.

Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)

Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.

Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)