Pages

Minggu, 26 Juli 2009

Malu Suami


Malu merupakan salah satu hiasan wanita. Dengan malulah wanita menjadi tambah cantik dan menarik. Adakalanya, tidak cuma wanita yang bisa berhias malu. Karena laki-laki pun bisa menjadi sangat pemalu.

Pertemuan sepasang suami isteri adalah juga pertemuan dua sayap yang sebelumnya terpisah. Tak mungkin ada burung yang bisa terbang dengan satu sayap. Sepasang sayap suami isteri itulah yang membawa terbang seribu satu sifat manusia kepada sebuah titik keseimbangan.

Idealita pun bertanya, mungkinkah dua sayap itu tersusun mulus: tepat, akurat, tanpa ketimpangan. Dan realita pun menjawab, kadang ada sayap yang terbentuk agak terbalik.

Sudah menjadi kewajaran kalau laki-laki punya sifat berani, cuek, dan tegas. Begitu pun dengan wanita. Biasa kalau wanita tampil lembut, anggun, dan pemalu. Dua titik kewajaran yang nyaris bertolak belakang itulah yang akhirnya seimbang dalam ikatan suami isteri.

Namun, tidak semua yang wajar selalu datar. Adakalanya naik, dan turun. Boleh saja orang menganggap kalau seorang suami itu tegas dan cuek. Dan isteri lembut nan anggun. Tapi, kenyataan bisa membuktikan kalau ada suami yang justru sangat pemalu. Hal itulah yang kini dirasakan Bu Imah.

Ibu dua anak ini mungkin tergolong wanita yang mudah adaptasi. Luwes. Mudah bergaul. Kalau dipikir-pikir, sifat ini merupakan cap baru buat Bu Imah. Karena sebelum menikah, ia agak pendiam. Jangankan supel, bisa bertahan satu jam saja di keramaian sudah jadi prestasi luar biasa. Kenapa bisa begitu drastis?

Mengenang itu, Bu Imah jadi senyum sendiri. “Lucu memang,” bisik batinnya pelan. Ternyata, selama lima tahun menikah banyak hal terjadi.

Bisa dibayangkan jika orang pendiam bertemu pemalu. Suasana begitu senyap. Persis seperti kampung tanpa listrik. Siang sepi, malam gulita. Yang terdengar cuma suara bersin, batuk, dan tangis anak-anak penghuni kampung. Seperti itulah suasana di bulan-bulan pertama pernikahan Bu Imah.

Lambat tapi pasti, suasana lingkungan mengubah Bu Imah. Tinggal di rumah mertua memang bukan tempat yang cocok buat yang pendiam. Apalagi yang selalu di rumah. Mau apa-apa serba susah. Mau nyelonong ke dapur takut dikritik, ingin makan di luar nggak cukup uang. Wah, repot!

Mau tidak mau, Bu Imah belajar ngomong. Tak mudah, memang. Bulan pertama masih kikuk, bulan kedua keluar keringat dingin. Namun, pepatah memang benar: pengalaman guru yang terbaik. Dua tahun terus uji coba, perubahan pun terasa. Seolah, ayah ibu mertua, kakak ipar dan kemenakan Bu Imah menjadi pelatih alami hingga Bu Imah pintar gaul.

Belum lagi dengan suasana tetangga yang sama sekali berbeda dengan rumah orang tua Bu Imah. Di sekitar rumah mertua, Bu Imah menemukan tetangga-tetangga yang hiper-aktif. Sebentar-sebentar berkunjung. Ngobrol, ngerumpi. Suasana jadi begitu ramai. Perubahan sifat Bu Imah jadi makin sempurna.

Menariknya, perubahan seperti itu tak dialami suami Bu Imah. Selama bertahun-tahun menikah, sifat suami Bu Imah begitu-begitu saja. Sedikit pun tak berubah. Tetap saja pemalu. Itulah di antara sebab kenapa Bu Imah masih tinggal di rumah mertua. Padahal, anak sudah dua.

Aneh, memang. Pendatang berubah, tuan rumah masih seperti dulu. Semula, Bu Imah mengira itu cuma terjadi dengannya. Karena baru kenal, wajar kalau seorang suami masih malu. Ternyata, sama tetangga yang entah sudah berapa tahun dikenal pun seperti itu. Malu. Perubahan cuma terjadi antara suami dengan Bu Imah. Sementara dengan tetangga, orangtua, sanak keluarga, dan teman-teman dekat Bu Imah tetap tidak berubah. Malu dan malu!

Wajar jika dunia suami Bu Imah begitu terbatas. Rumah, kantor, teman ngaji, dan kembali ke rumah. Tidak heran jika teman Bu Imah sering gagal menemukan alamat rumah Bu Imah. Bukan alamatnya yang salah. Tapi, nama suami Bu Imah yang jadi patokan nyaris tak dikenal tetangga. “Siapa? Kayaknya nama itu nggak tinggal di sini!” ucap para tetangga kerap membingungkan si pencari alamat.

Bahkan saat ini, masyarakat sekitar lebih kenal Bu Imah ketimbang suaminya yang penduduk lama di situ. Tidak jarang beberapa ibu-ibu sekitar rumah bertanya ke Bu Imah, “Suami ibu orang mana, sih?”

Tiap ada undangan, apa saja: walimahan, ulang tahun, syukuran, akikahan; prosentase kehadiran suami Bu Imah jauh tertinggal dibanding sang isteri. Rumus yang berlaku: kalau ada suami, pasti ada isterinya; tapi belum tentu sebaliknya.

Pernah Bu Imah menyusun strategi. Ia pura-pura tidak bisa hadir ke sebuah undangan tetangga karena tidak enak badan. Saat itu juga, suami Bu Imah bingung. Padahal, yang ngundang tergolong teman dekat ayah mertua Bu Imah. Spontan, mertua Bu Imah meminta anaknya untuk hadir. Tampak dari wajah suami sesuatu yang beda: pucat, keringat dingin, dan salah tingkah. Melihat itu, hati kecil Bu Imah cuma berujar, “Duh, mudah-mudahan niat baik ini tidak dicatat dosa sama Allah!”

Dengan susah payah, suami Bu Imah akhirnya siap berangkat. Baju batik yang dikenakannya tampak basah di bagian belakang karena keringat dadakan. Begitu pun sisiran rambut yang semula rapi, mulai semrawut tak menentu. “Yah, bismillah!” ucap suami Bu Imah sambil melangkah keluar rumah.

Melihat itu, Bu Imah menarif nafas lega. “Alhamdulillah! Berhasil juga,” ucap Bu Imah dalam hati. Sesaat setelah itu, ayah mertua Bu Imah bilang, “Sudah berangkat suamimu, Mah?” Setelah jawabannya positif, senyum pun menghias sang ayah. Tampaknya, ia berharap kalau anak bungsunya tidak mengecewakan.

Pagi itu begitu cerah ketika Bu Imah sedang bermain di halaman sama anak-anak. Baru saja, mereka melepas keberangkatan suami dan ayah tercinta ke tempat kerja. Tiba-tiba, seorang tetangga yang pernah mengundang syukuran menghampiri. “Bu Imah, kok kemarin tidak datang?” tanya sang tetangga ramah. “Anu, saya sedang tidak enak badan,” jawab Bu Imah sekenanya. “Oh gitu. Kenapa tidak diwakili. Apa suami Bu Imah juga nggak enak badan?” tanya sang tetangga lebih dalam.

Saat itu juga, wajah Bu Imah pucat. Ia seperti tersadar sesuatu. “Ah, suamiku!” ucapnya sambil memaksakan senyum ke arah sang tetangga.

MENATA SAYANG


Rasa sayang buat kehidupan keluarga semoga tidak mirip api dengan lampunya. Selama api masih menyala, lampu akan menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Jangan tanya jika lampu tak lagi punya cahaya. Karena orang akan mencari yang lain.

Tiap pasangan suami isteri punya sesuatu yang menjadi pengikat kuat ikatan rumah tangganya. Dari sekian unsur ikatan yang ada, sayang adalah pengikat yang teramat kuat.

Mungkin buat orang ammah, sayang pasca pernikahan bukan sesuatu yang menarik. Biasa. Karena sudah terjajaki sekian lama sebelum pernikahan berlangsung. Ada yang setahun, dua tahun, bahkan lebih dari lima tahun.

Bayangkan, jika sayang harus tumbuh pas di saat pernikahan. Tidak ada penjajakan. Tidak ada prakondisi. Kenal, nikah, dan langsung sayang. Bahkan, ada yang mengalami proses tiga tahapan itu cuma butuh waktu satu minggu. Bisakah sayang tumbuh dan langgeng? Hal itulah yang pernah dialami Bu Ririn.

Ibu yang kini dianugerahi tiga anak ini kerap senyum-senyum kalau mengingat masa lalunya bersama suami. Kalau dipikir-pikir, Bu Ririn merasa kalau ia tergolong tidak normal saat melahirkan rasa sayang. Betapa tidak, sayang bisa muncul cuma dalam hitungan jam. Berkenalan ba’da maghrib, ba’da Isya-nya langsung nikah. Dan malamnya langsung tidur sekamar. Ajaib!

Sebagian tetangga mungkin ada yang menduga macam-macam. Orang biasa menyebut MBA: marriage by accident, alias ‘kecelakaan’ pra-nikah. “Na’udzubillah! Jauuuuuh, la yau!” ungkap Bu Ririn suatu kali ke seorang tetangga.

Semua begitu singkat, karena ayah Bu Ririn sudah begitu kenal dengan calon suami. Dia baik, saleh, dan insya Allah mujahid. Tanpa proses berbelit-belit, ayah Bu Ririn langsung menawarkan pernikahan di saat perkenalan. Dan si calon suami langsung setuju. Begitu pun Bu Ririn. Cepat, tepat, dan tentu saja nikmat.

Sejak itu, sayang Bu Ririn terus tersiram, terpupuk, dan kian bersemi. Tak terasa, Bu Ririn menata sayangnya sudah hampir sepuluh tahun. Lumayan lama buat ukuran rasa. Tanpa sedikit pun goyah. Apalagi sirna.

Memang pernah, bahkan beberapa kali, rasa sayang itu diuji. Bu Ririn pernah kesal dengan suami lantaran tiga hari tak pulang tanpa bilang-bilang. Benar-benar sebal. Walau orang paling dekat, justru dialah yang paling tidak tahu soal kesibukan suami. Kalau saja tidak segera meluncur penjelasan utuh, marah Bu Ririn nyaris tak terbendung.

Pernah juga, suami Bu Ririn pinjam kalung emas mahar pernikahan. Awalnya, Bu Ririn ragu buat setuju. Tapi karena sayang, keraguan itu pun luluh. Emas seberat sepuluh gram itu pun dibawa suami. Hingga kini, benda yang punya kenangan berharga itu tak kunjung kembali. Saat marah, Bu Ririn sempat mendengar penjelasan suami. Mahar itu sudah dijual buat pengobatan keluarga seorang aktivis. Kesal yang semula menggumpal, tiba-tiba luluh dan berbalik iba. “Afwan, Yang. Cuma itu yang bisa Abang lakukan. Insya Allah, akan Abang ganti!” ucap suami Bu Ririn mencairkan suasana.

Pernikahan Islami memang indah. Tanpa kenalan yang berkepanjangan pun, sayang bisa tumbuh subur. Segala ungkapan sayang jadi penuh berkah. Dan insya Allah, bernilai ibadah. Hati Bu Ririn mulai menyimpulkan sayangnya.

Kadang, ia mulai menilai fisiknya yang tidak seperti dulu lagi. Mulai gemuk, dan tidak sebening dulu. Lima belas tahun ternyata punya pengaruh besar buat seorang ibu rumah tangga seperti Bu Ririn. Anak tiga, mengurus rumah tanpa pembantu. Semua diurus Bu Ririn sendiri.

Bukan itu saja. Ibu yang mahir ngolah kue ini pun biasa menitipkan hasil masakannya ke beberapa warung. Lumayan buat nambah pemasukan keluarga. Dan semua itu ia lakukan sendiri. Mulai belanja bahan, ngolah adonan, masak, hingga ngantar ke warung-warung.

Cukup berat kalau cuma mengandalkan pemasukan suami yang bisnis serabutan. Kadang bisnis baju, buku Islam, obat tradisional; kadang jadi makelar tanah. Penghasilan suami memang sulit ditakar. Tapi syukurnya, keluarga nyaris tak pernah kelaparan. Alhamdulillah!

Bu Ririn tak pernah menghitung-hitung seberapa capeknya ia mengurus rumah, menjaga anak-anak ketika suami beberapa hari keluar kota. Juga, mencari tambahan pemasukan saat penghasilan suami minus. Semua itu ia hadiahkan sebagai ungkapan sayang buat suami tercinta. Sekali lagi, sayang.

Sayang Bu Ririn kian bertambah ketika mengingat nikmat jodoh dari Allah. Betapa tidak sedikit muslimah yang belum berkesempatan mengungkapkan rasa sayangnya secara penuh. Mereka cantik, salehah, bahkan terpelajar. Tapi karena belum jodoh, ungkapan sayang masih tetap tertahan. “Semoga Allah memudahkan urusan mereka,” ucap Bu Ririn penuh khusyuk.

Hari ini, suaminya akan tiba dari luar kota setelah tiga pekan pergi. Bu Ririn menyiapkan diri buat penyambutan. Ia berhias, mengenakan busana yang paling bagus. Di hatinya cuma ada satu kalimat, “Akan kuungkapkan rasa sayangku buat suami tercinta!”

Saat suami tiba, Bu Ririn menghias wajahnya dengan senyum. Ia persilakan suaminya bercerita apa pun soal perjalanannya. Ia berharap, dengan begitu lelah suami akan pulih.

Ada dua kabar yang dibawa suami. Bu Ririn begitu gembira ketika mendengar soal bisnis tanah suami di luar kota. Sedikitnya, suami dapat enam puluh juta rupiah. Alhamdulillah! Senyum Bu Ririn kian lebar.

Tapi, ada satu kabar lagi yang suami Bu Ririn sendiri bingung, apa ini kabar gembira atau duka. Bu Ririn tak sabar ingin mendengar. Akhirnya, “Yang, dengan berat hati Abang katakan. Di luar kota sana, Abang dinikahkan dengan anak seorang kiyai setempat. Cepat, tepat, dan....” ucap suami Bu Ririn agak berat.

Mendengar itu, senyum Bu Ririn langsung kincup. Cuma ada tiga-B yang tetap tertahan dalam hati Bu Ririn soal sayangnya: Benar-Benar Berat!

Kamis, 23 Juli 2009

RENUNGAN..!!!


Manusia diciptakan kedunia dengan sifat dan sikap yang berbeda. Ada keras, Biasa bahkan lembut, Pria dan Wanita. Bersuku-suku, Berbangsa-bangsa dan bahkan berbeda bahasa. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, dia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dari orang lain.

Tidak sepatutnya dan tidak sewajarnya manusia menyombongkan diri seolah dia yang paling berkuasa dan paling segala-galanya. Entah memiliki harta yang berlimpah, Jabatan Yang tinggi atau mungkin istri-istri yang cantik. Coba kembali mengingat tentang kisah Raja Firaun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Atau Coba Flash Back tentang Korun yang bergelimang harta yang juga dibenamkan semua hartanya kedalam tanah.

Segala sesuatu didunia ini tak akan abadi. Bahkan jiwa sendiripun, Yang kita banggakan, yang kita Rawat semua akan berpisah dan nantinya hanya menjadi sebujur bangkai yang dimakan cacing-cacing tanah.

Dunia hanya tempat berlabuh sementara, Dalam Episode inilah manusia memilih antara Kebahagian Abadi atau Kesengsaraan Abadi, Surga atau Neraka..Mungkin Seburuk-buruknya manusia tidak mungkin dan tidak mustahil memilih neraka, semua manusia pasti memilih surga, Namun Harga Surga itu tidak semurah dan segampang ucapan anak kecil.Banyak onak dan Duri, Penuh Tantangan dan Rintangan yang menghadang dan terlihat Menanjak dan penuh Jurang-jurang kedustaan sehingga kita banyak yang terjatuh kedalamnya. Namun Jalan keneraka itu terlihat mudah dan menurun serta dihiasi dengan bunga-bunga kemaksiatan yang paling disukai oleh syahwat manusia.Tidak Mustahil manusia lebih mudah terperosok dan masuk ketempat ini.

Sebenarnya mereka tahu itu adalah buruk dan berdampak negatif pada kehidupannya. Namun dengan bujuk rayu, serta lemahnya iman serta pergaulan yang menggauli kehidupannya, maka masuklah ia kedalam lembah yang penuh kehinaan. Bagai terperosok dalam pusaran air yang tiada berpegang pada akar rumput sekalipun, Sulit rasanya untuk berjuang kembali menuju kedaratan untuk menyelamatkan diri. Apakah ini harus terus berlanjut sampai generasi-generasi penerus kita.

Hanya Orang-orang yang bodoh, Padahal dia tau dia mengerti dan bahkan tau resiko yang akan ia jalani. Tapi Namanya manusia. Aneh !!! masih mencoba bahkan menjadi ketergantungan padanya. Yang Mengerankan Menjadi TREN zaman, Dikatakan Kuper Kalau belum Mencoba.

Semoga Allah Selalu melindungi hambanya yang selalu tetap Istiqomah, Semoga Allah Mau meberikan pintu taubat dan jalan yang baik bagi Orang yang benar dan sungguh-sungguh kembali padanya. Amin.

Rabu, 15 Juli 2009

TRICK Mensetting Windows biar ngebut


Di tempat anda, mungkin banyak orang yang bisa meng- install program. Namun saya yakin sangat sedikit sekali yang mengerti dan mau memahami seni dari proses install tersebut sehingga menghasilkan PC yang optimal.
Sering kita jumpai, komputer sekelas Pentium IV masih dikatakan lambat.

Padahal sudah dilakukan berbagai upaya untuk menambah memori dan meningkatkan prosesor. Namun tetap saja, masih ada beberapa proses yang dianggap lambat.
Dengan settingan berikut, anda bisa menyulap Pentium III secepat Pentium IV.

Ruang-ruang yang akan kita sentuh adalah sebagai berikut :

1. System Properties
2. System Configuration
3. Registry

1. System Properties

Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon MyKomputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .

Ada beberapa rahasia yang akan kita obrak-abrik pada system properties ini, sehingga menghasilkan installasi yang optimal. Ikuti langkah berikut :

1. Klik kanan pada icon MyComputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .
2. Klik menu System Restore , pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives .

Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
3. Kemudian klik Advanced .
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.

* Klik Setting pertama dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance . Lanjutkan dengan mengklik Apply . Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik. Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
* Selanjutnya klik Advanced , dan klik Change untuk merubah Virtual Memory.

(Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
* Pada sub menu Custome Size , terdapat kolom Initial Size . Isikan kolom dengan angka minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang.

Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2 x kolom pertama. Jangan lupa klik Set . Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
* Sekarang, klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3 . Kemudian buang tanda Ceklis (v) pada Automatically Restart .
* Klik OK setelah selesai.
* Tutup System Properties dengan mengklik OK

Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan. Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.

Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat. Caranya :

1. Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties
2. Klik menu Themes , kemudian pada kolom Themes dibawahnya, klik tanda panah ( Pop up ) dan pilih Windows XP .

Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP , maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP . Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
3. Klik Apply dan lihat hasilnya.
4. Selanjutnya klik menu Desktop , perhatikan di bagian bawah. Disana terdapat sub menu Customize Desktop , klik menu tersebut.
5. Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis (v) pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days.

Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
6. Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties

2. System Configuration

Please, jangan pusing dulu …

Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration . Perhatikan langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik msconfig kemudian Ok atau langsung tekan Enter
2. Dideretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup . Klik menu tersebut.
3. Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis (v).

Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses Loading .

1. buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
2. Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart .
3. Minum kopi, makan cemilan, atau pesen nasi goreng untuk menunggu komputer anda yang Restart.

Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop , anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa inggris. J

Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage ….., (dst) kemudian klik OK . Maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart .

3. Registry

Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry .

Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita obrak-abrik J :

1. HKEY_CLASSES_ROOT
2. HKEY_CURRENT_USER
3. HKEY_LOCAL_MACHINE
4. HKEY_USERS
5. HKEY_CURRENT_CONFIG

Wah, istilah-istilah apapula itu ?….. Bah … J

Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b . Ikuti langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik regedit , klik OK atau langsung tekan Enter
2. Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER
3. Klik tanda plus (+) pada Control Panel
4. Klik tanda plus (+) pada Desktop

( Perhatikan jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. J . Cari dan temukan MenuShowDelay . Jika sudah ketemu, klik dua kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK )
5. Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri
6. Dibawah directory Desktop terdapat sub directory WindowsMetrics . Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
7. Cari dan temukan MinAnimate , klik dua kali pada value tersebut dan rubah nilainya menjadi 1 , klik OK .

Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang ( X) dibagian atas kanan jendela.

Restart Komputer anda dan lihat hasilnya

YANG UDAH NYOBA JNG LUPA COMENT YA

APAPUN YG TERJADI PADA PC ANDA ? PERUSAHAAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 11 Juli 2009

Doa Orang Yang Menderita Kesedihan Mendalam


Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika).
Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.

Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.

Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:

“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:

Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.

Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.

Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)

Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.

Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)



Cintaku Berat DiOngkos


Sayang telphone aku ya..."kata sang pacar", duh gimana mau nelpon, pulsa aja ga pernah diisi semenjak adik ku lahir (beh ga tahu kapan tuh) ...apa ini pernah terjadi ama kamu? cinta ku berat diongkos. Atau yang ini ni, "kangen ui ama si dia, dah lama ga ketemu... mana uang tingal goceng lagi, mana cukup buat ngaajak dia jalan, pasti ntar ada acara traktir dia makan" ...sedih emang sedih . Lagi-lagi uang jadi kendalanya. Tapi itu belum seberapa, ada sedikit cerita nih, yuk baca...



Kejadian ini menimpa teman saya, sebut saja namanya andi ya. Andi udah lama ga ketemu ama pacarnya (maklum jauh), andi yang udah ga tahan pengen cium pacarnya memberanikan diri datang ke rumah pacarnya, andi pun bergegas memanggil taksi ya maklum andi ga punya kendaraan. Setiba di rumah pacarnya, andi langsung mengetuk pintu rumah sang pacar. Sang pacar lalu keluar dan tersenyum bahagia melihat wajah andi . Tapi andi terlihat panik, pacarnya pun heran dan bertanya "sayang kamu kenapa?, yuk masuk". "Tapi sayang...", kata andi. "Tapi apa?", tanya pacarnya bingung. Andy terdiam sejenak dan kemudian berkata perlahan..."Tapi sayang,.....taksinya belum dibayar". Bah...wajah pacar andi berubah dari senyum yang begitu indah menjadi (yah...tahu sendiri ye.. ) Huahauhaa... . Sang pacar lalu membanting pintu rumahnya dengan keras, ga tahu deh nasib si andi (andi yang malang ) . Kisah ini nyata sob, and itu emang nama aslinya "andi" (sorry ye mas,...). "Untung aja tuh supir taksi mau nerima jam saya", kata andi bercerita pada saya.

Nah teman-teman, jangan sampai hal ini terjadi ama kamu (atau apa udah pernah ).
Jangan ikutin nafsu, pikir dulu...cukup ga tu duit .

Sekali lagi buat mas andi, tulisan ini cuma buat masukan aja mas ga lebih kok (ga ada maksud menghina ). Tapi saya salut dengan kegigihan mas andi, sekarang dia sudah berhasil mendapatkan pacar supir taksi hehehe (julukan istrinya ) and buat teman-teman, jangan jadikan uang sebagai kendalanya, tetap berusaha semua pasti ada jalannya.