Pages

Selasa, 11 Agustus 2009

DIMANA RASA MALU



Malu, merupakan fitrah manusia yang sudah ada dari lahir. Malu berbuat buruk, Malu mengutarakan rasa dan lain-lain. Tapi di abad modern saat ini yang kita kenal abad Milenium, Dimana ada UU yang mengatasnamakan HAM atau bebas berekspresi dan pendapat menjadi kebanggaan dan bebasnya untuk berekspresi.

Tapi, Ini justru menjadi Boomerang yang berbalik membunuh moral dan martabat bangsa. Bebas justru malah Bablas, Bebas malah bikin amblas moral anak bangsa. Kita bisa lihat secara nyata dan gamblang terpampang lewat media-media TV ataupun sejenisnya, Syahwat dan Nafsu berperan dengan dibungkus rapih juga dengan kata-kata yang indah dengan mengatas namakan SENI. Ironis sekali memang, bahkan Anggota DPR yang mengemban amanah dan melindungi Rakyat justru malah mengkhianati dan mengambil untung dengan posisinya.

Dimana rasa malu, Kemana rasa malu yang menjadi ciri khas bangsa yang terhormat dan bermartabat. Lihat dengan seksama, bahkan penulis pernah menyaksikan suatu tayangan di TV swasta : Pelajar SMP Indonesia tahun 2007 dengan katagori yang sudah tidak Virgin lagi mencapai 47%, Dan di tahun 2008 melonjak signifikan menjadi 62% angka yang begitu fantastis. Boleh jadi akan makin bertambah di tahun 2009 ini. Sungguh memprihatinkan sekaligus memalukan. Kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan?

Akankah akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan tekhnologi yang begitu canggih dan modern yang kian kronis dan mudah disalahgunakan. Kita seharusnya lebih peka dalam menanggapi semua, bukan sebaliknya mendukung yang tidak hak. Kepada Wakil Rakyat semoga lebih memahami dan mementingkan untuk menyelamatkan moral daripada keuntungan yang mengorbankan akhlak.

Jadikan segala yang buruk menjadi tolak ukur rasa malu, Kita harus bisa memilah suatu yang baik dan buruk. Tiada suatu hal yang dapat menyelamtkan diri dan kehormatan selain Rasa Malu kepada Allah. Seharusnya kita tahu bahwa kita selalu diawasi oleh malaikat yang selalu siap mencatat gerak gerik kita.

Semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi suatu pelajaran atau i'tibar agar kita dapat setiap perbuatan kita, Karena semua akan menjadi tanggung jawab kita nanti dihadapan Tuhan YME.

0 komentar:

Posting Komentar