Pages

Rabu, 20 Januari 2010

UNGKAPAN HATI

Sebenarnya aku tak mau menyimpan sedikitpun kebencian dalam hati. Apalagi padamu, yang pernah menjadi bagian dari hidupku. Mungkin memang menyakitkan, tapi dengan keikhlasan hati aku tak pernah mau untuk membenci. Biarlah kita menjalani hidup masing-masing, tanpa harus menyakiti. Walau ku akui sampai detik ini, sampai kutuliskan kata ini, aku masih mencintai dan menyayangimu. Aku ngga bisa membohongi kata hati ini. Walau kadang mulut dan lidah terkadang berkata buruk dan ngga ada rasa lagi, itu hanya sebagai penepis kegundahan untuk bisa melupakanmu.
Kadang bayang-bayang saat bersama selalu menyelimuti dalam lamunanku, sering dalam hati ku ingin tanyakan kabarmu disana. Kerinduanku padamu tak dapat kupungkiri. Namun bayang-bayang ketakutan sering hinggap dalam batinku. Api kebencianmu sering kali terngiang dalam fikiranku. Yang membuat trauma pada diriku.
Tuhan…Bagaimana ini? Aku merasa ada yang selalu menggelayuti fikiranku. Aku harus bagimana, Mungkinkah hal yang kau benci akan terjadi padaku. Kalau memang itu harus terjadi, Tolong bantu aku untuk menyelesaikannya semua. Aku merasa tersiksa!!! Aku tahu… Kau lebih mengerti dan akupun tahu kau takkan pernah meninggalkanku..Maka bantulah dan bimbinglah aku.