Pages

Jumat, 09 Juli 2010

Jakarta, 080710

Duhai malam ini....
Temani aku yang tak dapat pejamkan mata
Teringat selalu, tentang dia... oh tentang dia

Duhai cahaya bulan....
Terangilah hatinya tuk dapat mengerti
yang seharusnya, dan semestinya.... dan semestinya

Aku yang masih terus menunggu..
Disini, menanti kehadiranmu oh kekasih
Dengan berjuta harap dan kecintaan
Kunanti dan selalu kunanti.

Ku selalu berdoa pada Tuhanku..
Sang pemilik hati manusia,
Smoga hatimu yang keras luluh dengan air mata cinta
Dan egomu kuharap rapuh dengan kedewasaanmu..

Dan... jika memang...
Kita tak dapat bersatu kembali...
Maka ku Ikhlaskan kehilanganmu, Jika memang itu yang terbaik..

Juga kuterima keputusan ini,
Walau pahit dan terluka kau tinggalkan
Biarlah..Puisi ini menjadi saksi
Sebagai kata hati yang terdalam..
Terima kasih karena kau pernah jadi bagian dari kisah ini...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

tes

Posting Komentar