Dalam heningnya malam, tatkala menanti sesuatu yang membuatku indah, walau kutahu itupun hanyalah angan-angan. Namun itulah yang menghiburku saat ini. Menari, berdansa dan bercengkrama dengan bayang kosong.
Kututup mata seolah tak melihat luka yang menganga, Kututup telinga seakan tak ingin lagi mendengar jeritan perih perasaanmu, Kututup mulut karena ku tak mau berbicara dusta tentang hati...Maafkan aku tak dapat membuka hati untukmu, Karena memang aku tak mampu menerima cinta seperti ini.
Seperti mendengar lantunan lagu cinta, mengeluh tiada guna. Mengemis cinta seakan tak punya harga diri, menghiba untuk memiliki seolah tak mengingat masa lalu...Mungkinkah terulang lagi?
Aku berdiri diatas karang yang retak, melawan terjangan ombak lautan. Kuteriakkan cacian dan makian tuk luapkan kekecewaanku. Dan kuratapi dan kutangisi dosa sebagai tanda penyesalan atas pilihanku yang keliru. Dan memohon pada Tuhanku yang Maha bijaksana.
Tiada cinta yang kuturutkan dalam dekapan yang menusuk perasaan, Tiada ungkapan manis selain kepalsuan dalam merayuku, Kebohongan dan keangkuhan menjadi bumerang dalam kehancuran batin, ukhf.... lelah seakan tak berdaya meluapkan rasa yang tercabik.
Adakah kesadaran tentang apa yang sudah terjadi, tentang kita tentang semua yang terjadi, tak perlu dipungkiri lagi, jalani dengan aturan yang ada, jalani dengan ketulusan dan kecintaan.. Yakin dengan apa yang diatur Tuhan semoga ini menjadi pelajaran berharga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar