
Manusia diciptakan kedunia dengan sifat dan sikap yang berbeda. Ada keras, Biasa bahkan lembut, Pria dan Wanita. Bersuku-suku, Berbangsa-bangsa dan bahkan berbeda bahasa. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, dia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dari orang lain.
Tidak sepatutnya dan tidak sewajarnya manusia menyombongkan diri seolah dia yang paling berkuasa dan paling segala-galanya. Entah memiliki harta yang berlimpah, Jabatan Yang tinggi atau mungkin istri-istri yang cantik. Coba kembali mengingat tentang kisah Raja Firaun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Atau Coba Flash Back tentang Korun yang bergelimang harta yang juga dibenamkan semua hartanya kedalam tanah.
Segala sesuatu didunia ini tak akan abadi. Bahkan jiwa sendiripun, Yang kita banggakan, yang kita Rawat semua akan berpisah dan nantinya hanya menjadi sebujur bangkai yang dimakan cacing-cacing tanah.
Dunia hanya tempat berlabuh sementara, Dalam Episode inilah manusia memilih antara Kebahagian Abadi atau Kesengsaraan Abadi, Surga atau Neraka..Mungkin Seburuk-buruknya manusia tidak mungkin dan tidak mustahil memilih neraka, semua manusia pasti memilih surga, Namun Harga Surga itu tidak semurah dan segampang ucapan anak kecil.Banyak onak dan Duri, Penuh Tantangan dan Rintangan yang menghadang dan terlihat Menanjak dan penuh Jurang-jurang kedustaan sehingga kita banyak yang terjatuh kedalamnya. Namun Jalan keneraka itu terlihat mudah dan menurun serta dihiasi dengan bunga-bunga kemaksiatan yang paling disukai oleh syahwat manusia.Tidak Mustahil manusia lebih mudah terperosok dan masuk ketempat ini.
Sebenarnya mereka tahu itu adalah buruk dan berdampak negatif pada kehidupannya. Namun dengan bujuk rayu, serta lemahnya iman serta pergaulan yang menggauli kehidupannya, maka masuklah ia kedalam lembah yang penuh kehinaan. Bagai terperosok dalam pusaran air yang tiada berpegang pada akar rumput sekalipun, Sulit rasanya untuk berjuang kembali menuju kedaratan untuk menyelamatkan diri. Apakah ini harus terus berlanjut sampai generasi-generasi penerus kita.
Hanya Orang-orang yang bodoh, Padahal dia tau dia mengerti dan bahkan tau resiko yang akan ia jalani. Tapi Namanya manusia. Aneh !!! masih mencoba bahkan menjadi ketergantungan padanya. Yang Mengerankan Menjadi TREN zaman, Dikatakan Kuper Kalau belum Mencoba.
Semoga Allah Selalu melindungi hambanya yang selalu tetap Istiqomah, Semoga Allah Mau meberikan pintu taubat dan jalan yang baik bagi Orang yang benar dan sungguh-sungguh kembali padanya. Amin.
Tidak sepatutnya dan tidak sewajarnya manusia menyombongkan diri seolah dia yang paling berkuasa dan paling segala-galanya. Entah memiliki harta yang berlimpah, Jabatan Yang tinggi atau mungkin istri-istri yang cantik. Coba kembali mengingat tentang kisah Raja Firaun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Atau Coba Flash Back tentang Korun yang bergelimang harta yang juga dibenamkan semua hartanya kedalam tanah.
Segala sesuatu didunia ini tak akan abadi. Bahkan jiwa sendiripun, Yang kita banggakan, yang kita Rawat semua akan berpisah dan nantinya hanya menjadi sebujur bangkai yang dimakan cacing-cacing tanah.
Dunia hanya tempat berlabuh sementara, Dalam Episode inilah manusia memilih antara Kebahagian Abadi atau Kesengsaraan Abadi, Surga atau Neraka..Mungkin Seburuk-buruknya manusia tidak mungkin dan tidak mustahil memilih neraka, semua manusia pasti memilih surga, Namun Harga Surga itu tidak semurah dan segampang ucapan anak kecil.Banyak onak dan Duri, Penuh Tantangan dan Rintangan yang menghadang dan terlihat Menanjak dan penuh Jurang-jurang kedustaan sehingga kita banyak yang terjatuh kedalamnya. Namun Jalan keneraka itu terlihat mudah dan menurun serta dihiasi dengan bunga-bunga kemaksiatan yang paling disukai oleh syahwat manusia.Tidak Mustahil manusia lebih mudah terperosok dan masuk ketempat ini.
Sebenarnya mereka tahu itu adalah buruk dan berdampak negatif pada kehidupannya. Namun dengan bujuk rayu, serta lemahnya iman serta pergaulan yang menggauli kehidupannya, maka masuklah ia kedalam lembah yang penuh kehinaan. Bagai terperosok dalam pusaran air yang tiada berpegang pada akar rumput sekalipun, Sulit rasanya untuk berjuang kembali menuju kedaratan untuk menyelamatkan diri. Apakah ini harus terus berlanjut sampai generasi-generasi penerus kita.
Hanya Orang-orang yang bodoh, Padahal dia tau dia mengerti dan bahkan tau resiko yang akan ia jalani. Tapi Namanya manusia. Aneh !!! masih mencoba bahkan menjadi ketergantungan padanya. Yang Mengerankan Menjadi TREN zaman, Dikatakan Kuper Kalau belum Mencoba.
Semoga Allah Selalu melindungi hambanya yang selalu tetap Istiqomah, Semoga Allah Mau meberikan pintu taubat dan jalan yang baik bagi Orang yang benar dan sungguh-sungguh kembali padanya. Amin.



1 komentar:
sip! ana setuju dengan ente,memang manusia diciptakan untuk beribadah dan tinggal dua pilihan jika dia mati "syurga atau neraka".mumpung masih idup nih!bersih-bersih diri dari pada nanti digoreng sama ALLAH!OH Ya masalah ganti template baru, itu bisa aja tapi nanti settingan ente di blog yang lama hilng semua.kl memang mau lanjut email saya di mualafguntara@yahoo.co.id atau mualafguntara@gmail.com.wassalam
Posting Komentar